PSAK 404 — Akuntansi Istishna

PSAK 404 mengatur akuntansi akad istishna’ (pesanan pembuatan barang/proyek). Pendapatan dan biaya diakui proporsional sesuai progres (persentase penyelesaian) atau saat akad selesai bila progres tak andal. Biaya dicatat sebagai Aset Istishna’ dalam Penyelesaian, termasuk biaya langsung/tidak langsung, biaya pra-akad, serta modifikasi akad.

🗓️ Update: 03 Jan 2026 ⏱️ Estimasi baca: 6 menit 🔤 ±1,064 kata
📘 Artikel PSAK

Apa Itu PSAK 404: Akuntansi Istishna'?

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 404 adalah standar yang mengatur perlakuan akuntansi untuk akad Istishna', yaitu transaksi jual beli dalam bentuk pemesanan barang dengan kriteria dan persyaratan khusus yang disepakati di awal. Standar ini memegang peranan krusial dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan, menjamin kepatuhan terhadap prinsip syariah, dan sangat relevan bagi entitas bisnis yang bergerak di sektor manufaktur atau konstruksi yang operasionalnya berbasis pesanan.

     Definisi Inti: Akad Istishna' adalah transaksi jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan yang disepakati antara pemesan (mustashni') dan penjual/pembuat (shani').

     Basis Referensi: Standar ini merupakan adopsi dari standar akuntansi syariah dan menjadi bagian integral dari kerangka PSAK Syariah di Indonesia.

     Perbedaan Kunci dengan PSAK 104: PSAK 404 merupakan penomoran baru untuk PSAK 104 yang berlaku efektif per 1 Januari 2024. Perubahan ini adalah bagian dari penyesuaian sistem penomoran oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk membedakan antara standar yang merujuk pada IFRS (International Financial Reporting Standards) dan yang tidak. Bagi para praktisi, ini berarti substansi aturan akuntansi Istishna' tidak berubah, namun semua referensi dalam laporan keuangan, kebijakan akuntansi, dan sistem internal harus diperbarui dari PSAK 104 menjadi PSAK 404 untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 untuk memastikan kepatuhan pelaporan.

Mekanisme Penerapan PSAK 404

Secara praktis, penerapan PSAK 404 mengikuti alur akad Istishna', di mana pembayaran dapat dilakukan di muka, secara bertahap selama proses pengerjaan, atau dilunasi setelah barang pesanan selesai. Objek utama yang diatur dalam standar ini adalah pengakuan pendapatan, biaya perolehan, dan pencatatan aset dalam proses penyelesaian. Standar ini memastikan bahwa pendapatan dan biaya diakui secara proporsional sesuai dengan progres pekerjaan yang telah diselesaikan.

     Langkah Utama Penerapan: Proses akuntansi Istishna' mencakup beberapa langkah krusial, antara lain:

     Pengakuan Pendapatan: Terdapat dua metode yang diakui, yaitu metode persentase penyelesaian dan metode akad selesai. Metode persentase penyelesaian lebih diutamakan karena merefleksikan aktivitas ekonomi yang sedang berjalan. Namun, jika progres pengerjaan tidak dapat diestimasi secara andal, metode akad selesai digunakan, di mana pendapatan dan laba diakui hanya setelah proyek rampung seluruhnya. Pemilihan metode ini merupakan keputusan krusial. Seperti yang akan dibahas, kesalahan dalam penerapan metode persentase penyelesaian adalah salah satu tantangan implementasi PSAK 404 yang paling umum dan berisiko tinggi.

     Pengakuan Biaya Perolehan: Biaya perolehan Istishna' diakui sebagai "Aset Istishna' dalam Penyelesaian". Biaya ini mencakup biaya langsung (bahan baku, tenaga kerja langsung) dan biaya tidak langsung (biaya overhead pabrik, biaya akad dan pra-akad). Biaya pra-akad yang terjadi sebelum penandatanganan kontrak diakui sebagai beban tangguhan dan baru dikapitalisasi menjadi bagian biaya perolehan jika akad berhasil disepakati.

     Penanganan Modifikasi Akad: Jika terjadi perubahan spesifikasi pesanan yang menyebabkan penambahan nilai kontrak, perubahan tersebut dapat diperlakukan sebagai akad terpisah atau sebagai amandemen akad yang ada. Perlakuan ini akan memengaruhi total pendapatan dan margin yang diakui, sehingga memerlukan penyesuaian perhitungan secara cermat.

     Sumber Kesalahan yang Sering Terjadi: Tantangan utama dalam penerapan PSAK 404 meliputi:

     Kesalahan Fatal dalam Estimasi Persentase Penyelesaian: Banyak perusahaan gagal menetapkan dasar pengukuran yang andal (misalnya, survei fisik, metode cost-to-cost) yang mengakibatkan pengakuan pendapatan yang tidak akurat dan berisiko restatement laporan keuangan.

     Kompleksitas Pencatatan Akibat Perubahan Pesanan: Modifikasi kontrak di tengah proyek sering kali tidak diikuti dengan dokumentasi dan penyesuaian akuntansi yang memadai, sehingga menyebabkan ketidaksesuaian antara biaya aktual dan pendapatan yang diakui.

     Kesenjangan Kompetensi SDM: Kurangnya pemahaman mendalam dari tim akuntansi mengenai perlakuan spesifik dalam PSAK 404—terutama terkait biaya pra-akad dan pengakuan margin—menjadi sumber risiko kesalahan pencatatan yang signifikan.

Studi Kasus: Penerapan pada Ibu Kinasih

Skenario Kasus

Ibu Kinasih (sebagai pemesan) ingin membangun sebuah ruko untuk ekspansi bisnis butiknya. Ia menghubungi Bank Syariah Amanah (sebagai penjual) untuk pengadaan ruko tersebut melalui akad Istishna'. Untuk memenuhi pesanan tersebut, Bank Syariah Amanah kemudian menunjuk kontraktor CV Bangun Modern (sebagai produsen) dalam skema Istishna' Paralel.

Rincian Data

     Harga Kontrak (Bank ke Ibu Kinasih): Rp 250.000.000

     Harga Perolehan (Bank ke CV Bangun Modern): Rp 210.000.000

     Lama Penyelesaian Proyek: 4-5 bulan

     Mekanisme Penagihan (Bank ke Ibu Kinasih): 5 termin bulanan, masing-masing Rp 50.000.000

     Mekanisme Penagihan (Kontraktor ke Bank): 3 termin berdasarkan persentase penyelesaian (20%, 50%, 100%)

Analisis & Perhitungan

Bank Syariah Amanah menggunakan metode persentase penyelesaian untuk mengakui pendapatan. Logikanya, total margin keuntungan sebesar Rp 40.000.000 (harga kontrak Rp 250.000.000 dikurangi harga perolehan Rp 210.000.000) dialokasikan secara proporsional sesuai dengan progres penyelesaian pekerjaan yang dilaporkan oleh kontraktor.

  1. Tahap Penyelesaian 20%:

     Pendapatan yang diakui: 20% x Rp 250.000.000 = Rp 50.000.000

     Harga Pokok Istishna' yang diakui: 20% x Rp 210.000.000 = Rp 42.000.000

     Keuntungan yang diakui: 20% x Rp 40.000.000 = Rp 8.000.000

  1. Tahap Penyelesaian 50% (kumulatif):

     Pendapatan yang diakui: 50% x Rp 250.000.000 = Rp 125.000.000

     Harga Pokok Istishna' yang diakui: 50% x Rp 210.000.000 = Rp 105.000.000

     Keuntungan yang diakui: 50% x Rp 40.000.000 = Rp 20.000.000

  1. Tahap Penyelesaian 100% (kumulatif):

     Pendapatan diakui penuh: Rp 250.000.000

     Harga Pokok Istishna' diakui penuh: Rp 210.000.000

     Total keuntungan diakui: Rp 40.000.000

Jurnal Akuntansi (Sudut Pandang Bank Syariah Amanah)

Untuk memberikan gambaran praktis, mari kita bedah jurnal akuntansi dari sudut pandang Bank Syariah Amanah. Perhatikan bagaimana setiap langkah transaksi memengaruhi akun-akun kunci.

Tanggal

Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Saat menerima tagihan termin pertama (20%) dari kontraktor

 

 

 

25 Sep 2020

Aset Istishna' dalam Penyelesaian

42.000.000

 

 

Utang Istishna'

 

42.000.000

Saat membayar tagihan termin pertama ke kontraktor

 

 

 

30 Sep 2020

Utang Istishna'

42.000.000

 

 

Kas/Rekening CV Bangun Modern

 

42.000.000

Saat mengakui pendapatan dan harga pokok Istishna' untuk penyelesaian 20%

 

 

 

30 Sep 2020

Aset Istishna' dalam Penyelesaian

8.000.000

 

 

Harga Pokok Istishna'

42.000.000

 

 

Pendapatan Istishna'

 

50.000.000

 

(Pencatatan ini mengakui margin keuntungan sebesar Rp 8.000.000 sebagai penambah nilai Aset Istishna' dalam Penyelesaian, yang merefleksikan keuntungan yang telah direalisasikan namun belum ditagihkan).

 

 

Saat menagih termin pertama ke Ibu Kinasih

 

 

 

Feb 2021

Piutang Istishna'

50.000.000

 

 

Termin Istishna'

 

50.000.000

Saat menerima pembayaran termin pertama dari Ibu Kinasih

 

 

 

Feb 2021

Kas/Rekening Ibu Kinasih

50.000.000

 

 

Piutang Istishna'

 

50.000.000

Kesimpulan

PSAK 404 bukan sekadar aturan, melainkan cetak biru untuk merefleksikan realitas ekonomi proyek berbasis pesanan secara akurat. Fokus utamanya adalah memastikan pengakuan pendapatan dan biaya dilakukan secara proporsional seiring dengan progres penyelesaian pekerjaan, yang mencerminkan substansi ekonomi dari transaksi tersebut.

Dampak praktis dari penerapan PSAK 404 yang benar sangat signifikan. Standar ini tidak hanya meningkatkan transparansi dan keandalan laporan keuangan, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan proyek konstruksi atau manufaktur. Lebih penting lagi, kepatuhan terhadap PSAK 404 memastikan bahwa seluruh perlakuan akuntansi selaras dengan prinsip-prinsip syariah yang menjadi landasan transaksi.

Implementasi PSAK 404, terutama dalam penentuan persentase penyelesaian dan perlakuan akuntansi untuk modifikasi kontrak, memiliki tingkat kompleksitas yang berisiko jika tidak ditangani dengan benar. Kesalahan interpretasi atau penerapan dapat berdampak langsung pada akurasi laporan laba rugi dan posisi keuangan perusahaan, yang pada akhirnya memengaruhi keputusan pemangku kepentingan.

Sebagai mitra konsultasi profesional, Balancio Indo siap membantu perusahaan Anda dalam setiap tahap implementasi PSAK 404. Kami menawarkan layanan review laporan keuangan, pendampingan teknis, hingga pelatihan khusus untuk tim Anda guna memastikan kepatuhan penuh dan akurasi yang optimal.

Untuk mempelajari lebih lanjut, silakan akses materi pada powerpoint di samping ini.