PSAK 219 — Imbalan Kerja

PSAK 219 mengatur pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan imbalan kerja: jangka pendek, pasca kerja (iuran pasti/manfaat pasti), jangka panjang lain, dan pemutusan hubungan kerja. Untuk manfaat pasti, kewajiban diukur secara aktuaria (PBO), beban jasa & bunga di laba rugi, remeasurement di OCI.

🗓️ Update: 03 Jan 2026 ⏱️ Estimasi baca: 7 menit 🔤 ±1,358 kata
📘 Artikel PSAK

Apa Itu PSAK 219?

PSAK 219 adalah standar akuntansi Indonesia yang mengatur imbalan kerja (employee benefits), yaitu semua bentuk imbalan yang diberikan entitas kepada pekerja sebagai pertukaran atas jasa atau untuk terminasi kontrak kerja. Standar ini merupakan penomoran ulang dari PSAK 24, efektif berlaku untuk periode pelaporan pada atau setelah 1 Januari 2025, dan selaras dengan IAS 19 Employee Benefits.

Perubahan penomoran dari PSAK 24 ke PSAK 219 bersifat administratif untuk harmonisasi dengan IFRS, tanpa perubahan substansi akuntansi yang signifikan. Tujuan utama standar ini adalah memastikan liabilitas imbalan kerja diukur, diakui, dan diungkapkan dengan benar dalam laporan keuangan.

Mengapa PSAK 219 Penting?

Imbalan kerja adalah salah satu liabilitas terbesar bagi perusahaan, terutama:

     Imbalan pasca kerja (pensiun, pesangon)

     Gaji dan tunjangan

     Cuti berbayar yang belum diambil

     Program kesehatan dan kesejahteraan karyawan

Ruang Lingkup dan Pengecualian

PSAK 219 berlaku untuk:

     Semua bentuk imbalan kerja oleh pemberi kerja

     Program pensiun yang dikelola perusahaan

     Entitas yang bertanggung jawab atas imbalan kerja

TIDAK berlaku untuk:

     Imbalan berbasis saham (diatur PSAK 53)

     Program pensiun publik pemerintah (BPJS)

     Asuransi sosial wajib

Empat Kategori Imbalan Kerja

PSAK 219 mengklasifikasikan imbalan kerja menjadi empat kategori dengan perlakuan akuntansi berbeda.

1. Imbalan Jangka Pendek

Imbalan yang diharapkan akan dibayarkan dalam 12 bulan setelah akhir periode layanan.

Contoh: Gaji pokok, bonus tahunan, insentif, cuti berbayar (<12 bulan), THR.

Jurnal:

Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Beban Gaji dan Tunjangan

X

 

Liabilitas Gaji/Kas

 

X

Karakteristik:

     Tidak perlu perhitungan aktuaria.

     Diakui sebagai beban saat jasa diberikan.

     Pengukuran sederhana tanpa diskonto.

2. Imbalan Pasca Kerja

Imbalan yang dibayarkan setelah karyawan berhenti bekerja. Contoh: Pensiun, pesangon, asuransi jiwa pasca pensiun.

Dua Jenis Program:

     Defined Contribution Plan (Iuran Pasti): Perusahaan membayar iuran tetap. Risiko investasi ditanggung karyawan. Contoh: DPLK, BPJS Ketenagakerjaan.

     Defined Benefit Plan (Manfaat Pasti): Perusahaan menjamin besaran manfaat. Risiko investasi dan aktuaria ditanggung perusahaan. Contoh: Program pensiun internal.

3. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya

Imbalan yang dibayarkan lebih dari 12 bulan setelah akhir periode, tetapi bukan pasca kerja.

Contoh: Cuti panjang (long service leave), imbalan jubileum, bonus loyalitas multi-tahun.

Karakteristik:

     Memerlukan perhitungan present value.

     Simplified actuarial measurement.

     Semua remeasurement diakui di P&L (bukan OCI).

4. Imbalan Pemutusan Hubungan Kerja

Imbalan yang dibayarkan akibat pemutusan hubungan kerja, baik atas inisiatif perusahaan maupun karyawan.

Contoh: Severance pay (uang pesangon PHK), pensiun dini sukarela.

Pengakuan:

     Diakui ketika perusahaan membuat keputusan formal PHK.

     Harus ada rencana detail yang dikomunikasikan.

     Tidak bisa dibatalkan secara sepihak.

Defined Contribution vs Defined Benefit

Aspek

Defined Contribution

Defined Benefit

Yang Dijamin

Besaran iuran (fixed %)

Besaran manfaat (formula)

Risiko Investasi

Ditanggung karyawan

Ditanggung perusahaan

Risiko Aktuaria

Tidak ada

Ditanggung perusahaan

Perhitungan

Sederhana

Kompleks (aktuaria)

Volatilitas P&L

Rendah

Tinggi

Contoh

DPLK, 401(k)

Pensiun PNS, pensiun internal

Defined Benefit Plan: Konsep Kunci

1. Present Value of Defined Benefit Obligation (PBO)

Definisi: Nilai kini dari semua imbalan yang diharapkan akan dibayarkan di masa depan untuk jasa yang telah diberikan karyawan. Menggunakan metode Projected Unit Credit (PUC).

2. Current Service Cost (Biaya Jasa Kini)

Definisi: Peningkatan PBO yang dihasilkan dari jasa yang diberikan karyawan selama periode berjalan.

Jurnal:

Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Beban Jasa Kini

X

 

Liabilitas Imbalan Kerja

 

X

3. Net Interest Expense (Biaya Bunga Bersih)

Definisi: Beban bunga dari berlalunya waktu pada net liability (atau net asset). Net Interest = Net Liability Awal × Discount Rate

Jurnal:

Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Beban Bunga Imbalan Kerja

X

 

Liabilitas Imbalan Kerja

 

X

4. Actuarial Remeasurement

Definisi: Perubahan PBO akibat perubahan asumsi aktuaria atau perbedaan asumsi vs aktual. Diakui di Other Comprehensive Income (OCI).

Jurnal:

Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Remeasurement Loss (OCI)

X

 

Liabilitas Imbalan Kerja

 

X

Contoh Kasus 1: Defined Contribution Plan

1. Skenario

PT Manufaktur Indonesia memiliki program DPLK dengan syarat:

     Kontribusi perusahaan: 3% dari gaji

     Kontribusi karyawan: 2% dari gaji

     Total gaji Desember 2024: Rp 5.000.000.000

2. Perhitungan

Beban kontribusi perusahaan = 3% × Rp 5.000.000.000 = Rp 150.000.000

3. Jurnal

31 Desember 2024 (Akrual):

Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Beban Kontribusi Pensiun

150.000.000

 

Liabilitas Kontribusi Pensiun

 

150.000.000

5 Januari 2025 (Pembayaran):

Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Liabilitas Kontribusi Pensiun

150.000.000

 

Kas

 

150.000.000

Contoh Kasus 2: Perhitungan PBO

1. Skenario

Data karyawan Budi:

     Usia saat ini: 49 tahun (Pensiun usia 55, 6 tahun lagi)

     Gaji saat ini: Rp 12.000.000/bulan

     Proyeksi kenaikan gaji: 5% per tahun

     Formula pensiun: 2% × gaji akhir × masa kerja (30 tahun saat pensiun)

     Discount rate: 6% per tahun

     Umur harapan hidup pasca pensiun: 25 tahun

2. Perhitungan Step-by-Step

1.    Gaji di usia pensiun: Rp 12 juta × (1,05)^6 = Rp 16.081.000

2.    Manfaat pensiun tahunan: 2% × Rp 16.081.000 × 30 tahun = Rp 9.649.000

3.    PV Manfaat (Anuitas 25 thn @6%): Rp 9.649.000 × 12,7833 = Rp 123.373.000

4.    PV Today (Diskonto 6 thn): Rp 123.373.000 / (1,06)^6 = Rp 86.996.000

5.    PBO (Alokasi masa kerja 24/30): Rp 86.996.000 × 0,8 = Rp 69.597.000

3. Interpretasi

PBO sebesar Rp 69.597.000 adalah kewajiban perusahaan per 31 Desember 2024 untuk jasa yang sudah diberikan Budi.

Contoh Kasus 3: Rekonsiliasi PBO Tahunan

1. Data Awal 2024

     PBO per 1 Jan 2024: Rp 1.000.000.000

     Fair Value Plan Assets: Rp 700.000.000

     Net Liability: Rp 300.000.000

     Discount rate: 6%

2. Mutasi Tahun 2024

     Jasa kini (CSC): Rp 50.000.000

     Bunga (Interest Cost): 6% x 1M = Rp 60.000.000

     Pembayaran manfaat: (Rp 80.000.000)

     Kerugian Aktuaria: Rp 100.000.000

     Kontribusi Perusahaan: Rp 150.000.000

     Return on Plan Assets: 6% x 700jt = Rp 42.000.000

3. Rekonsiliasi PBO

Item

Jumlah (Rp)

PBO 1 Januari 2024

1.000.000.000

Current Service Cost

50.000.000

Interest Cost

60.000.000

Benefits Paid

(80.000.000)

Remeasurement Loss

100.000.000

PBO 31 Desember 2024

1.130.000.000

4. Rekonsiliasi Plan Assets

Item

Jumlah (Rp)

Fair Value 1 Januari 2024

700.000.000

Employer Contribution

150.000.000

Expected Return

42.000.000

Benefits Paid

(80.000.000)

Fair Value 31 Desember 2024

812.000.000

5. Net Liability

Net Liability = 1.130 M - 812 M = Rp 318.000.000

6. Jurnal Lengkap Tahun 2024

Keterangan

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

1. Biaya Jasa Kini

 

 

Beban Jasa Kini

50.000.000

 

Liabilitas Imbalan Kerja

 

50.000.000

2. Bunga Bersih

 

 

Beban Bunga Imbalan Kerja

18.000.000

 

Liabilitas Imbalan Kerja

 

18.000.000

3. Remeasurement (OCI)

 

 

Remeasurement Loss (OCI)

100.000.000

 

Liabilitas Imbalan Kerja

 

100.000.000

4. Kontribusi Perusahaan

 

 

Aset Plan

150.000.000

 

Kas

 

150.000.000

5. Pembayaran Manfaat

 

 

Liabilitas Imbalan Kerja

80.000.000

 

Aset Plan

 

80.000.000

7. Total Beban di Laporan Keuangan

Komponen

Laporan

Jumlah (Rp)

Current Service Cost

P&L

50.000.000

Net Interest Expense

P&L

18.000.000

Total Beban Laba Rugi

 

68.000.000

 

 

 

Remeasurement Loss

OCI (Ekuitas)

100.000.000

Cuti Berbayar yang Belum Diambil

1. Contoh Kasus

PT Logistik (100 karyawan):

     Hak cuti: 12 hari/tahun.

     Rata-rata saldo cuti belum diambil: 6 hari/karyawan.

     Rata-rata gaji per hari: Rp 250.000.

2. Perhitungan Liabilitas

Liabilitas = 100 orang × 6 hari × Rp 250.000 = Rp 150.000.000

3. Jurnal (31 Desember)

Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Beban Cuti Karyawan

150.000.000

 

Liabilitas Cuti Karyawan

 

150.000.000

(Mencatat akrual cuti yang belum diambil)

Severance Pay (Uang Pesangon)

1. Dasar Hukum (UU Ketenagakerjaan/Cipta Kerja)

Masa Kerja

Pesangon

Penghargaan

Uang Pengganti

< 1 tahun

1 bulan

-

-

1-3 tahun

2 bulan

-

1 bulan

3-6 tahun

3-4 bulan

2 bulan

2 bulan

6-9 tahun

5-6 bulan

3 bulan

3 bulan

> 9 tahun

9 bulan

4-10 bulan

4 bulan

(Tabel disederhanakan untuk ilustrasi)

2. Contoh Kasus

PT ABC melakukan PHK 10 karyawan.

     Gaji rata-rata: Rp 11.000.000.

     Total hak per karyawan: 7 bulan gaji.

3. Jurnal

Total Liabilitas = 10 orang × 7 bulan × Rp 11.000.000 = Rp 770.000.000

Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Saat Pengumuman:

 

 

Beban Termination Benefits

770.000.000

 

Liabilitas Termination Benefits

 

770.000.000

Saat Pembayaran:

 

 

Liabilitas Termination Benefits

770.000.000

 

Kas

 

770.000.000

Penyajian dalam Laporan Keuangan

1. Laporan Laba Rugi

Keterangan

Jumlah (Rp)

Beban Imbalan Kerja:

 

Imbalan jangka pendek

XXX

Current service cost

XXX

Net interest expense

XXX

Termination benefits

XXX

Total Beban Imbalan Kerja

XXX

2. Laporan Penghasilan Komprehensif Lain

Keterangan

Jumlah (Rp)

Laba bersih periode berjalan

XXX

Penghasilan komprehensif lain:

 

Remeasurement loss imbalan kerja

(XXX)

Total penghasilan komprehensif

XXX

(Catatan: Remeasurement di OCI tidak direklasifikasi ke P&L)

3. Laporan Posisi Keuangan

Keterangan

Jumlah (Rp)

Liabilitas Jangka Pendek:

 

Liabilitas gaji dan tunjangan

XXX

Liabilitas cuti

XXX

Liabilitas Jangka Panjang:

 

Net defined benefit liability

XXX

Liabilitas imbalan jangka panjang

XXX

Pengungkapan Wajib dalam CALK

1. Untuk Defined Contribution Plan

     Deskripsi program.

     Jumlah beban yang diakui.

2. Untuk Defined Benefit Plan

A. Rekonsiliasi PBO:

Mutasi PBO

Jumlah (Rp)

Saldo awal

1.000.000.000

Jasa kini

50.000.000

Bunga

60.000.000

Pembayaran manfaat

(80.000.000)

Rugi aktuaria

100.000.000

Saldo Akhir

1.130.000.000

B. Asumsi Aktuaria:

     Discount rate: 6,0%

     Kenaikan gaji: 5,0%

     Tabel mortalitas: TMI-2019

C. Analisis Sensitivitas: "Jika discount rate naik 1%, PBO turun sebesar Rp 150 juta."

Kesimpulan

PSAK 219 memberikan kerangka kerja komprehensif untuk akuntansi imbalan kerja di Indonesia. Penerapan yang benar memerlukan pemahaman mendalam tentang perbedaan antara empat kategori imbalan, perhitungan aktuaria untuk defined benefit plans, dan perlakuan remeasurement di OCI.

Kunci penerapan PSAK 219 adalah memahami perbedaan defined contribution vs defined benefit, menggunakan aktuaris independen untuk perhitungan PBO, dan konsisten dalam penerapan kebijakan akuntansi. Untuk defined benefit plans, komponen beban harus dipisahkan dengan jelas: current service cost dan net interest masuk P&L, sementara remeasurement masuk OCI.

Transisi dari PSAK 24 ke PSAK 219 relatif mudah karena tidak ada perubahan substansi. Perusahaan hanya perlu memperbarui referensi standar dalam kebijakan akuntansi dan dokumentasi. Yang paling penting adalah perhitungan aktuaria yang akurat, dokumentasi asumsi yang jelas, dan pengungkapan yang transparan untuk memberikan informasi lengkap kepada pengguna laporan keuangan.

Balancio Indo siap membantu perusahaan Anda dalam menerapkan PSAK 219, mulai dari identifikasi jenis imbalan kerja, koordinasi dengan aktuaris untuk perhitungan PBO, penjurnalan yang tepat, hingga penyusunan pengungkapan yang memadai di CALK.

Untuk mempelajari lebih lanjut, silakan akses materi pada powerpoint di samping ini.