Apa Itu PSAK 228?
PSAK 228 adalah standar akuntansi Indonesia yang mengatur investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama, yaitu investasi yang tidak menghasilkan pengendalian tetapi memberikan pengaruh signifikan atau pengendalian bersama. Standar ini merupakan penomoran ulang dari PSAK 15, disahkan pada 12 Desember 2022, efektif berlaku untuk periode pelaporan pada atau setelah 1 Januari 2024, dan selaras dengan IAS 28.
Perubahan penomoran dari PSAK 15 ke PSAK 228 bersifat administratif untuk harmonisasi dengan IFRS, tanpa perubahan substansi akuntansi. Tujuan utama standar ini adalah menetapkan perlakuan akuntansi menggunakan metode ekuitas untuk investasi yang memberikan pengaruh signifikan atau pengendalian bersama.
Mengapa PSAK 228 Penting?
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama sangat umum dalam dunia bisnis:
● Joint venture antara perusahaan untuk proyek tertentu
● Investasi strategis di perusahaan lain tanpa mengambil alih kontrol penuh
● Partnership antar perusahaan untuk ekspansi bisnis
● Diversifikasi portfolio investasi perusahaan
PSAK 228 memastikan bahwa investasi ini dicatat dengan cara yang mencerminkan hubungan ekonomi sebenarnya antara investor dan investee.
Definisi Kunci
1. Entitas Asosiasi (Associate)
Definisi: Entitas atas mana investor memiliki pengaruh signifikan. Pengaruh signifikan adalah kekuatan untuk mempengaruhi kebijakan keuangan dan operasional investee, namun bukan merupakan pengendalian atau pengendalian bersama.
Indikator Pengaruh Signifikan:
● Kepemilikan 20% atau lebih dari hak suara (asumsi, bukan kriteria absolut)
● Representasi dalam dewan direksi atau dewan pengawas investee
● Partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan
● Transaksi material dengan investee
● Pertukaran personalia manajemen
● Penyediaan informasi teknis atau teknologi penting
Contoh:
● PT Induk memiliki 30% saham PT Asosiasi
● PT Investor memiliki 25% saham PT Partner dengan 1 kursi di dewan direksi
● PT Utama memiliki 22% saham PT Berkembang dan menyediakan teknologi utama
Catatan Penting: Jika kepemilikan < 20%, investor harus membuktikan adanya pengaruh signifikan. Jika kepemilikan ≥ 20%, diasumsikan ada pengaruh signifikan kecuali dibuktikan sebaliknya.
2. Ventura Bersama (Joint Venture)
Definisi: Pengaturan bersama di mana dua atau lebih pihak memiliki pengendalian bersama dan memiliki hak atas aset neto pengaturan bersama.
Karakteristik Ventura Bersama:
● Ada perjanjian kontraktual bersama (joint agreement)
● Dua atau lebih pihak memiliki pengendalian bersama
● Keputusan strategis memerlukan persetujuan bulat semua pihak
● Masing-masing pihak memiliki hak atas aset neto
Contoh:
● PT A dan PT B membentuk joint venture PT C dengan kepemilikan masing-masing 50%
● PT X (40%), PT Y (30%), PT Z (30%) membentuk joint venture dengan perjanjian bahwa keputusan strategis memerlukan unanimous agreement
● PT Induk (55%) dan PT Partner (45%) membentuk joint venture dengan perjanjian equal control
3. Perbedaan Entitas Asosiasi vs Ventura Bersama
Tabel 1: Perbandingan Asosiasi dan Ventura Bersama
|
Aspek |
Entitas Asosiasi |
Ventura Bersama |
|
Kontrol |
Pengaruh signifikan |
Pengendalian bersama |
|
Kepemilikan Tipikal |
20-50% |
Bervariasi (tidak harus 50-50) |
|
Pengambilan Keputusan |
Investor dapat mempengaruhi |
Memerlukan persetujuan bulat |
|
Perjanjian |
Tidak wajib |
Wajib ada perjanjian kontraktual |
|
Contoh |
Investasi strategis |
Joint venture project |
|
Metode Akuntansi |
Metode Ekuitas |
Metode Ekuitas |
Persamaan: Keduanya menggunakan metode ekuitas dalam laporan keuangan konsolidasian.
Metode Ekuitas: Mekanisme Utama
1. Definisi Metode Ekuitas
Metode ekuitas adalah metode akuntansi di mana:
1. Investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan.
2. Nilai investasi ditambah dengan bagian investor atas laba investee.
3. Nilai investasi dikurangi dengan bagian investor atas rugi investee.
4. Dividen yang diterima mengurangi nilai investasi (bukan pendapatan).
Formula Nilai Investasi:
Nilai Investasi = Biaya Perolehan + Bagian Laba - Bagian Rugi - Dividen Diterima + Penyesuaian Lainnya
2. Mekanisme Metode Ekuitas
Pengakuan Awal (Initial Recognition) Investasi diakui sebesar biaya perolehan, termasuk biaya transaksi (harga pembayaran + komisi broker/legal).
Tabel 2: Jurnal Pengakuan Awal
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Investasi pada Entitas Asosiasi/Ventura Bersama |
XXX |
- |
|
Kas |
- |
XXX |
Pengakuan Bagian Laba Investee Ketika investee mencatat laba, investor mengakui bagiannya (Persentase Kepemilikan × Laba Investee) dan menambah nilai investasi.
Tabel 3: Jurnal Pengakuan Bagian Laba
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Investasi pada Entitas Asosiasi/Ventura Bersama |
XXX |
- |
|
Pendapatan dari Investasi |
- |
XXX |
Pengakuan Bagian Rugi Investee Ketika investee mencatat rugi, investor mengakui bagiannya (Persentase Kepemilikan × Rugi Investee) dan mengurangi nilai investasi.
Tabel 4: Jurnal Pengakuan Bagian Rugi
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Kerugian dari Investasi |
XXX |
- |
|
Investasi pada Entitas Asosiasi/Ventura Bersama |
- |
XXX |
Penerimaan Dividen Dividen yang diterima mengurangi nilai investasi, bukan diakui sebagai pendapatan. Alasan: Laba investee sudah diakui sebelumnya sebagai pendapatan, jadi dividen merupakan return of investment.
Tabel 5: Jurnal Penerimaan Dividen
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Kas |
XXX |
- |
|
Investasi pada Entitas Asosiasi/Ventura Bersama |
- |
XXX |
3. Goodwill dalam Metode Ekuitas
Goodwill (Selisih Positif): Jika biaya perolehan > bagian investor atas nilai wajar neto aset investee.
● Formula: Goodwill = Biaya Perolehan - (Persentase Kepemilikan × Nilai Wajar Neto Aset)
● Perlakuan: Goodwill diakui sebagai bagian dari nilai investasi, tidak diamortisasi, dan diuji penurunan nilainya setiap periode.
Disagio (Selisih Negatif): Jika biaya perolehan < bagian investor atas nilai wajar neto aset investee.
● Perlakuan: Disagio diakui langsung sebagai keuntungan (bargain purchase).
Tabel 6: Jurnal Disagio
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Investasi pada Entitas Asosiasi |
XXX |
- |
|
Keuntungan Pembelian dengan Harga Murah |
XXX |
- |
|
Kas |
- |
XXX |
Contoh Praktis 1: Investasi pada Entitas Asosiasi
Kasus: PT Investor membeli 30% saham PT Asosiasi Data:
● Tanggal pembelian: 1 Januari 2024
● Harga pembelian: Rp 500 juta
● Biaya komisi dan legal: Rp 15 juta
● Total biaya perolehan: Rp 515 juta
Tahun 2024:
● Laba PT Asosiasi: Rp 200 juta
● Dividen dibayar PT Asosiasi: Rp 80 juta (30% = Rp 24 juta untuk PT Investor)
Jurnal Transaksi:
Tabel 7: Pembelian (1 Januari 2024)
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Investasi pada PT Asosiasi |
515.000.000 |
- |
|
Kas |
- |
515.000.000 |
Tabel 8: Pengakuan Bagian Laba (31 Desember 2024)
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Investasi pada PT Asosiasi |
60.000.000 |
- |
|
Pendapatan dari Investasi |
- |
60.000.000 |
Tabel 9: Penerimaan Dividen (31 Desember 2024)
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Kas |
24.000.000 |
- |
|
Investasi pada PT Asosiasi |
- |
24.000.000 |
Perhitungan Nilai Investasi per 31 Desember 2024
Tabel 10: Rekonsiliasi Nilai Investasi
|
Keterangan |
Jumlah (Rp) |
|
Investasi awal |
515.000.000 |
|
Bagian laba tahun 2024 |
60.000.000 |
|
Dividen diterima |
(24.000.000) |
|
Saldo 31 Desember 2024 |
551.000.000 |
Penyajian di Laporan Keuangan
Tabel 11: Neraca 31 Desember 2024
|
Pos Laporan |
Akun |
Jumlah (Rp) |
|
Aset Tidak Lancar |
Investasi pada PT Asosiasi |
551.000.000 |
Tabel 12: Laba Rugi 2024
|
Pos Laporan |
Akun |
Jumlah (Rp) |
|
Pendapatan Lain-Lain |
Pendapatan dari Investasi pada PT Asosiasi |
60.000.000 |
Contoh Praktis 2: Ventura Bersama dengan Rugi
Kasus: PT X dan PT Y membentuk joint venture PT JV Data:
● PT X kepemilikan: 50%
● Biaya perolehan PT X: Rp 400 juta
● Tanggal pembentukan: 1 Januari 2024
Kinerja PT JV:
● Tahun 2024: Rugi Rp 100 juta (Tidak ada dividen)
● Tahun 2025: Laba Rp 150 juta (Dividen Rp 60 juta; porsi PT X = Rp 30 juta)
Jurnal PT X (Tahun 2024):
Tabel 13: Pembelian dan Pengakuan Rugi 2024
|
Transaksi |
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Pembelian (1 Jan) |
Investasi pada PT JV |
400.000.000 |
- |
|
|
Kas |
- |
400.000.000 |
|
Pengakuan Rugi |
Kerugian dari Investasi pada PT JV |
50.000.000 |
- |
|
|
Investasi pada PT JV |
- |
50.000.000 |
Tabel 14: Nilai Investasi 31 Desember 2024
|
Keterangan |
Jumlah (Rp) |
|
Investasi awal |
400.000.000 |
|
Bagian rugi tahun 2024 |
(50.000.000) |
|
Saldo 31 Desember 2024 |
350.000.000 |
Jurnal PT X (Tahun 2025):
Tabel 15: Pengakuan Laba dan Dividen 2025
|
Transaksi |
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Pengakuan Laba |
Investasi pada PT JV |
75.000.000 |
- |
|
|
Pendapatan dari Investasi |
- |
75.000.000 |
|
Terima Dividen |
Kas |
30.000.000 |
- |
|
|
Investasi pada PT JV |
- |
30.000.000 |
Tabel 16: Nilai Investasi 31 Desember 2025
|
Keterangan |
Jumlah (Rp) |
|
Saldo awal 2025 |
350.000.000 |
|
Bagian laba tahun 2025 |
75.000.000 |
|
Dividen diterima |
(30.000.000) |
|
Saldo 31 Desember 2025 |
395.000.000 |
Eliminasi Laba Transaksi Antar Pihak Berelasi
1. Mengapa Eliminasi Diperlukan?
PSAK 228 mengharuskan eliminasi laba (atau rugi) yang belum direalisasikan dari transaksi antara investor dan investee untuk mencerminkan hubungan ekonomi yang sebenarnya.
2. Jenis Transaksi yang Memerlukan Eliminasi
● Transaksi Upstream (Investee → Investor): Investee menjual barang/jasa kepada investor. Laba ada di investee, barang masih di investor.
● Transaksi Downstream (Investor → Investee): Investor menjual barang/jasa kepada investee. Laba ada di investor, barang masih di investee.
3. Mekanisme Eliminasi
Contoh Transaksi Upstream: PT Asosiasi (investee) menjual barang kepada PT Investor.
● Laba transaksi: Rp 20 juta
● Kepemilikan PT Investor: 30%
● Status akhir tahun: Barang masih di inventori (belum direalisasikan)
● Eliminasi: Rp 20 juta × 30% = Rp 6 juta
Tabel 17: Jurnal Eliminasi
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Pendapatan dari Investasi |
6.000.000 |
- |
|
Investasi pada PT Asosiasi |
- |
6.000.000 |
|
(Keterangan: Mengurangi pendapatan investasi karena laba belum direalisasikan) |
|
|
Tabel 18: Jurnal Pembalik Eliminasi (Tahun Berikutnya)
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Investasi pada PT Asosiasi |
6.000.000 |
- |
|
Pendapatan dari Investasi |
- |
6.000.000 |
|
(Keterangan: Membalik eliminasi karena laba sudah direalisasikan) |
|
|
Perubahan Kepemilikan
1. Penambahan Investasi
Ketika investor menambah investasi tetapi status tetap sebagai entitas asosiasi/ventura bersama. Contoh: Kepemilikan awal 25% (Rp 200 juta), beli tambahan 5% seharga Rp 50 juta.
Tabel 19: Jurnal Penambahan Investasi
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Investasi pada Entitas Asosiasi |
50.000.000 |
- |
|
Kas |
- |
50.000.000 |
2. Pengurangan Investasi
Skenario 1: Masih Ada Pengaruh Signifikan Investor menjual sebagian investasi tetapi masih memiliki pengaruh signifikan. Contoh: Jual 5% seharga Rp 60 juta (Nilai buku proporsional Rp 50 juta).
Tabel 20: Jurnal Penjualan Sebagian Investasi
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Kas |
60.000.000 |
- |
|
Investasi pada Entitas Asosiasi |
- |
50.000.000 |
|
Laba Penjualan Investasi |
- |
10.000.000 |
Skenario 2: Hilang Pengaruh Signifikan Investor menjual sebagian investasi sehingga tidak lagi memiliki pengaruh signifikan (< 20%).
● Investor menghentikan penggunaan metode ekuitas.
● Sisa kepentingan diukur pada nilai wajar sebagai aset keuangan.
● Laba/rugi diakui dalam laba rugi.
Uji Penurunan Nilai (Impairment Testing)
1. Indikasi Penurunan Nilai
Investor melakukan uji penurunan nilai jika terdapat indikasi:
● Nilai pasar investasi berkurang signifikan.
● Perubahan signifikan dalam lingkungan ekonomi, pasar, teknologi.
● Investee mengalami kerugian operasional berturut-turut.
● Nilai tercatat aset neto investee melebihi nilai pasar.
2. Pengukuran Penurunan Nilai
Nilai Terpulihkan = Yang Lebih Tinggi dari (1) Nilai wajar dikurangi biaya penjualan, atau (2) Nilai pakai. Rugi Penurunan Nilai = Nilai Tercatat - Nilai Terpulihkan
Contoh:
● Nilai Tercatat: Rp 500 juta
● Nilai Terpulihkan: Rp 460 juta
● Rugi: Rp 40 juta
Tabel 21: Jurnal Penurunan Nilai
|
Nama Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Rugi Penurunan Nilai Investasi |
40.000.000 |
- |
|
Investasi pada Entitas Asosiasi |
- |
40.000.000 |
Pengungkapan dalam CALK
1. Pengungkapan Minimum
Informasi Umum Perusahaan memiliki investasi pada entitas berikut:
Tabel 22: Daftar Investasi
|
Nama Investee |
Lokasi |
Kepemilikan |
Nilai Investasi (Rp juta) |
|
PT Asosiasi A |
Jakarta |
30% |
551 |
|
PT Ventura JV |
Surabaya |
50% |
395 |
|
Total |
|
|
946 |
Pergerakan Investasi (PT Asosiasi A)
Tabel 23: Pergerakan Nilai Investasi
|
Keterangan |
Jumlah (Rp) |
|
Saldo 1 Januari 2024 |
515.000.000 |
|
Bagian laba tahun 2024 |
60.000.000 |
|
Dividen diterima |
(24.000.000) |
|
Saldo 31 Desember 2024 |
551.000.000 |
Kebijakan Akuntansi Investasi pada entitas asosiasi dicatat menggunakan metode ekuitas. Investasi awal dicatat pada biaya perolehan dan kemudian disesuaikan dengan bagian Perusahaan atas laba atau rugi entitas asosiasi setelah tanggal perolehan. Dividen yang diterima mengurangi nilai investasi.
Informasi Keuangan Ringkas Investee (PT Asosiasi A - 100%)
Tabel 24: Ringkasan Keuangan Investee
|
Keterangan |
Jumlah (Rp) |
|
Total Aset |
2.000.000.000 |
|
Total Liabilitas |
500.000.000 |
|
Ekuitas |
1.500.000.000 |
|
Pendapatan tahun 2024 |
800.000.000 |
|
Laba tahun 2024 |
200.000.000 |
Penurunan Nilai Tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama per 31 Desember 2024.
Kesimpulan
PSAK 228 memberikan kerangka kerja untuk akuntansi investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama menggunakan metode ekuitas. Pemahaman perbedaan antara pengaruh signifikan (asosiasi) dan pengendalian bersama (ventura bersama) adalah kunci penerapan yang benar.
Poin Kunci PSAK 228:
1. Definisi:
● Entitas Asosiasi: Pengaruh signifikan (umumnya kepemilikan 20-50%)
● Ventura Bersama: Pengendalian bersama (unanimous agreement untuk keputusan strategis)
2. Metode Ekuitas:
● Investasi awal = biaya perolehan
● Nilai investasi bertambah dengan bagian laba
● Nilai investasi berkurang dengan bagian rugi dan dividen
● Dividen bukan pendapatan, tapi mengurangi investasi
3. Perlakuan Khusus:
● Eliminasi laba transaksi intra-kelompok yang belum direalisasikan
● Uji penurunan nilai jika ada indikasi
● Goodwill tidak diamortisasi (bagian dari nilai investasi)
4. Pengungkapan:
● Daftar investasi dengan persentase kepemilikan
● Pergerakan nilai investasi
● Informasi keuangan ringkas investee
● Kebijakan akuntansi
Tabel 25: Ringkasan Dampak Transaksi Metode Ekuitas
|
Transaksi |
Dampak Investasi |
Dampak Laba Rugi |
|
Pembelian |
Bertambah (cost) |
Tidak ada |
|
Laba Investee |
Bertambah |
Pendapatan investasi |
|
Rugi Investee |
Berkurang |
Kerugian investasi |
|
Dividen Diterima |
Berkurang |
Tidak ada |
|
Impairment |
Berkurang |
Rugi penurunan nilai |
Transisi dari PSAK 15 ke PSAK 228 relatif mudah karena tidak ada perubahan substansi. Perusahaan hanya perlu memperbarui referensi standar dalam kebijakan akuntansi dan CALK. Yang paling penting adalah pemahaman metode ekuitas yang benar, identifikasi apakah investasi merupakan entitas asosiasi atau ventura bersama, dan pengungkapan yang comprehensive.
Balancio Indo siap membantu perusahaan Anda dalam menerapkan PSAK 228, mulai dari identifikasi pengaruh signifikan atau pengendalian bersama, penerapan metode ekuitas yang benar, perhitungan bagian laba/rugi dan eliminasi transaksi intra-kelompok, impairment testing investasi, hingga penyusunan pengungkapan yang comprehensive di CALK. Tim kami juga dapat membantu melakukan training untuk tim keuangan internal tentang mekanisme metode ekuitas, perbedaan dengan metode biaya, treatment dividen yang tepat, dan prosedur pengungkapan yang sesuai dengan PSAK 228.
Untuk mempelajari lebih lanjut, silakan akses materi pada powerpoint di samping ini.
Disclaimer: Artikel ini merupakan ringkasan edukatif untuk membantu pemahaman umum tentang PSAK 228. Konten ini tidak menggantikan dokumen resmi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 228 yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Untuk keperluan implementasi resmi dan interpretasi yang mengikat, selalu merujuk pada PSAK 228 versi lengkap dan konsultasikan dengan auditor atau konsultan akuntansi profesional.