PSAK 228 — Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

PSAK 228 mengatur akuntansi investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama yang memberi pengaruh signifikan atau pengendalian bersama. Investasi dicatat dengan metode ekuitas: awalnya biaya perolehan, lalu disesuaikan bagian laba/rugi dan dividen. Termasuk eliminasi laba belum terealisasi, uji penurunan nilai, serta pengungkapan CALK.

🗓️ Update: 03 Jan 2026 ⏱️ Estimasi baca: 10 menit 🔤 ±1,924 kata
📘 Artikel PSAK

Apa Itu PSAK 228?

PSAK 228 adalah standar akuntansi Indonesia yang mengatur investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama, yaitu investasi yang tidak menghasilkan pengendalian tetapi memberikan pengaruh signifikan atau pengendalian bersama. Standar ini merupakan penomoran ulang dari PSAK 15, disahkan pada 12 Desember 2022, efektif berlaku untuk periode pelaporan pada atau setelah 1 Januari 2024, dan selaras dengan IAS 28.

Perubahan penomoran dari PSAK 15 ke PSAK 228 bersifat administratif untuk harmonisasi dengan IFRS, tanpa perubahan substansi akuntansi. Tujuan utama standar ini adalah menetapkan perlakuan akuntansi menggunakan metode ekuitas untuk investasi yang memberikan pengaruh signifikan atau pengendalian bersama.

Mengapa PSAK 228 Penting?

Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama sangat umum dalam dunia bisnis:

     Joint venture antara perusahaan untuk proyek tertentu

     Investasi strategis di perusahaan lain tanpa mengambil alih kontrol penuh

     Partnership antar perusahaan untuk ekspansi bisnis

     Diversifikasi portfolio investasi perusahaan

PSAK 228 memastikan bahwa investasi ini dicatat dengan cara yang mencerminkan hubungan ekonomi sebenarnya antara investor dan investee.

Definisi Kunci

1. Entitas Asosiasi (Associate)

Definisi: Entitas atas mana investor memiliki pengaruh signifikan. Pengaruh signifikan adalah kekuatan untuk mempengaruhi kebijakan keuangan dan operasional investee, namun bukan merupakan pengendalian atau pengendalian bersama.

Indikator Pengaruh Signifikan:

     Kepemilikan 20% atau lebih dari hak suara (asumsi, bukan kriteria absolut)

     Representasi dalam dewan direksi atau dewan pengawas investee

     Partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan

     Transaksi material dengan investee

     Pertukaran personalia manajemen

     Penyediaan informasi teknis atau teknologi penting

Contoh:

     PT Induk memiliki 30% saham PT Asosiasi

     PT Investor memiliki 25% saham PT Partner dengan 1 kursi di dewan direksi

     PT Utama memiliki 22% saham PT Berkembang dan menyediakan teknologi utama

Catatan Penting: Jika kepemilikan < 20%, investor harus membuktikan adanya pengaruh signifikan. Jika kepemilikan ≥ 20%, diasumsikan ada pengaruh signifikan kecuali dibuktikan sebaliknya.

2. Ventura Bersama (Joint Venture)

Definisi: Pengaturan bersama di mana dua atau lebih pihak memiliki pengendalian bersama dan memiliki hak atas aset neto pengaturan bersama.

Karakteristik Ventura Bersama:

     Ada perjanjian kontraktual bersama (joint agreement)

     Dua atau lebih pihak memiliki pengendalian bersama

     Keputusan strategis memerlukan persetujuan bulat semua pihak

     Masing-masing pihak memiliki hak atas aset neto

Contoh:

     PT A dan PT B membentuk joint venture PT C dengan kepemilikan masing-masing 50%

     PT X (40%), PT Y (30%), PT Z (30%) membentuk joint venture dengan perjanjian bahwa keputusan strategis memerlukan unanimous agreement

     PT Induk (55%) dan PT Partner (45%) membentuk joint venture dengan perjanjian equal control

3. Perbedaan Entitas Asosiasi vs Ventura Bersama

Tabel 1: Perbandingan Asosiasi dan Ventura Bersama

Aspek

Entitas Asosiasi

Ventura Bersama

Kontrol

Pengaruh signifikan

Pengendalian bersama

Kepemilikan Tipikal

20-50%

Bervariasi (tidak harus 50-50)

Pengambilan Keputusan

Investor dapat mempengaruhi

Memerlukan persetujuan bulat

Perjanjian

Tidak wajib

Wajib ada perjanjian kontraktual

Contoh

Investasi strategis

Joint venture project

Metode Akuntansi

Metode Ekuitas

Metode Ekuitas

Persamaan: Keduanya menggunakan metode ekuitas dalam laporan keuangan konsolidasian.

Metode Ekuitas: Mekanisme Utama

1. Definisi Metode Ekuitas

Metode ekuitas adalah metode akuntansi di mana:

1.    Investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan.

2.    Nilai investasi ditambah dengan bagian investor atas laba investee.

3.    Nilai investasi dikurangi dengan bagian investor atas rugi investee.

4.    Dividen yang diterima mengurangi nilai investasi (bukan pendapatan).

Formula Nilai Investasi:

Nilai Investasi = Biaya Perolehan + Bagian Laba - Bagian Rugi - Dividen Diterima + Penyesuaian Lainnya

2. Mekanisme Metode Ekuitas

Pengakuan Awal (Initial Recognition) Investasi diakui sebesar biaya perolehan, termasuk biaya transaksi (harga pembayaran + komisi broker/legal).

Tabel 2: Jurnal Pengakuan Awal

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada Entitas Asosiasi/Ventura Bersama

XXX

-

Kas

-

XXX

Pengakuan Bagian Laba Investee Ketika investee mencatat laba, investor mengakui bagiannya (Persentase Kepemilikan × Laba Investee) dan menambah nilai investasi.

Tabel 3: Jurnal Pengakuan Bagian Laba

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada Entitas Asosiasi/Ventura Bersama

XXX

-

Pendapatan dari Investasi

-

XXX

Pengakuan Bagian Rugi Investee Ketika investee mencatat rugi, investor mengakui bagiannya (Persentase Kepemilikan × Rugi Investee) dan mengurangi nilai investasi.

Tabel 4: Jurnal Pengakuan Bagian Rugi

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Kerugian dari Investasi

XXX

-

Investasi pada Entitas Asosiasi/Ventura Bersama

-

XXX

Penerimaan Dividen Dividen yang diterima mengurangi nilai investasi, bukan diakui sebagai pendapatan. Alasan: Laba investee sudah diakui sebelumnya sebagai pendapatan, jadi dividen merupakan return of investment.

Tabel 5: Jurnal Penerimaan Dividen

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Kas

XXX

-

Investasi pada Entitas Asosiasi/Ventura Bersama

-

XXX

3. Goodwill dalam Metode Ekuitas

Goodwill (Selisih Positif): Jika biaya perolehan > bagian investor atas nilai wajar neto aset investee.

     Formula: Goodwill = Biaya Perolehan - (Persentase Kepemilikan × Nilai Wajar Neto Aset)

     Perlakuan: Goodwill diakui sebagai bagian dari nilai investasi, tidak diamortisasi, dan diuji penurunan nilainya setiap periode.

Disagio (Selisih Negatif): Jika biaya perolehan < bagian investor atas nilai wajar neto aset investee.

     Perlakuan: Disagio diakui langsung sebagai keuntungan (bargain purchase).

Tabel 6: Jurnal Disagio

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada Entitas Asosiasi

XXX

-

Keuntungan Pembelian dengan Harga Murah

XXX

-

Kas

-

XXX

Contoh Praktis 1: Investasi pada Entitas Asosiasi

Kasus: PT Investor membeli 30% saham PT Asosiasi Data:

     Tanggal pembelian: 1 Januari 2024

     Harga pembelian: Rp 500 juta

     Biaya komisi dan legal: Rp 15 juta

     Total biaya perolehan: Rp 515 juta

Tahun 2024:

     Laba PT Asosiasi: Rp 200 juta

     Dividen dibayar PT Asosiasi: Rp 80 juta (30% = Rp 24 juta untuk PT Investor)

Jurnal Transaksi:

Tabel 7: Pembelian (1 Januari 2024)

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada PT Asosiasi

515.000.000

-

Kas

-

515.000.000

Tabel 8: Pengakuan Bagian Laba (31 Desember 2024)

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada PT Asosiasi

60.000.000

-

Pendapatan dari Investasi

-

60.000.000

Tabel 9: Penerimaan Dividen (31 Desember 2024)

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Kas

24.000.000

-

Investasi pada PT Asosiasi

-

24.000.000

Perhitungan Nilai Investasi per 31 Desember 2024

Tabel 10: Rekonsiliasi Nilai Investasi

Keterangan

Jumlah (Rp)

Investasi awal

515.000.000

Bagian laba tahun 2024

60.000.000

Dividen diterima

(24.000.000)

Saldo 31 Desember 2024

551.000.000

Penyajian di Laporan Keuangan

Tabel 11: Neraca 31 Desember 2024

Pos Laporan

Akun

Jumlah (Rp)

Aset Tidak Lancar

Investasi pada PT Asosiasi

551.000.000

Tabel 12: Laba Rugi 2024

Pos Laporan

Akun

Jumlah (Rp)

Pendapatan Lain-Lain

Pendapatan dari Investasi pada PT Asosiasi

60.000.000

Contoh Praktis 2: Ventura Bersama dengan Rugi

Kasus: PT X dan PT Y membentuk joint venture PT JV Data:

     PT X kepemilikan: 50%

     Biaya perolehan PT X: Rp 400 juta

     Tanggal pembentukan: 1 Januari 2024

Kinerja PT JV:

     Tahun 2024: Rugi Rp 100 juta (Tidak ada dividen)

     Tahun 2025: Laba Rp 150 juta (Dividen Rp 60 juta; porsi PT X = Rp 30 juta)

Jurnal PT X (Tahun 2024):

Tabel 13: Pembelian dan Pengakuan Rugi 2024

Transaksi

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Pembelian (1 Jan)

Investasi pada PT JV

400.000.000

-

 

Kas

-

400.000.000

Pengakuan Rugi

Kerugian dari Investasi pada PT JV

50.000.000

-

 

Investasi pada PT JV

-

50.000.000

Tabel 14: Nilai Investasi 31 Desember 2024

Keterangan

Jumlah (Rp)

Investasi awal

400.000.000

Bagian rugi tahun 2024

(50.000.000)

Saldo 31 Desember 2024

350.000.000

Jurnal PT X (Tahun 2025):

Tabel 15: Pengakuan Laba dan Dividen 2025

Transaksi

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Pengakuan Laba

Investasi pada PT JV

75.000.000

-

 

Pendapatan dari Investasi

-

75.000.000

Terima Dividen

Kas

30.000.000

-

 

Investasi pada PT JV

-

30.000.000

Tabel 16: Nilai Investasi 31 Desember 2025

Keterangan

Jumlah (Rp)

Saldo awal 2025

350.000.000

Bagian laba tahun 2025

75.000.000

Dividen diterima

(30.000.000)

Saldo 31 Desember 2025

395.000.000

Eliminasi Laba Transaksi Antar Pihak Berelasi

1. Mengapa Eliminasi Diperlukan?

PSAK 228 mengharuskan eliminasi laba (atau rugi) yang belum direalisasikan dari transaksi antara investor dan investee untuk mencerminkan hubungan ekonomi yang sebenarnya.

2. Jenis Transaksi yang Memerlukan Eliminasi

     Transaksi Upstream (Investee → Investor): Investee menjual barang/jasa kepada investor. Laba ada di investee, barang masih di investor.

     Transaksi Downstream (Investor → Investee): Investor menjual barang/jasa kepada investee. Laba ada di investor, barang masih di investee.

3. Mekanisme Eliminasi

Contoh Transaksi Upstream: PT Asosiasi (investee) menjual barang kepada PT Investor.

     Laba transaksi: Rp 20 juta

     Kepemilikan PT Investor: 30%

     Status akhir tahun: Barang masih di inventori (belum direalisasikan)

     Eliminasi: Rp 20 juta × 30% = Rp 6 juta

Tabel 17: Jurnal Eliminasi

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Pendapatan dari Investasi

6.000.000

-

Investasi pada PT Asosiasi

-

6.000.000

(Keterangan: Mengurangi pendapatan investasi karena laba belum direalisasikan)

 

 

Tabel 18: Jurnal Pembalik Eliminasi (Tahun Berikutnya)

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada PT Asosiasi

6.000.000

-

Pendapatan dari Investasi

-

6.000.000

(Keterangan: Membalik eliminasi karena laba sudah direalisasikan)

 

 

Perubahan Kepemilikan

1. Penambahan Investasi

Ketika investor menambah investasi tetapi status tetap sebagai entitas asosiasi/ventura bersama. Contoh: Kepemilikan awal 25% (Rp 200 juta), beli tambahan 5% seharga Rp 50 juta.

Tabel 19: Jurnal Penambahan Investasi

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada Entitas Asosiasi

50.000.000

-

Kas

-

50.000.000

2. Pengurangan Investasi

Skenario 1: Masih Ada Pengaruh Signifikan Investor menjual sebagian investasi tetapi masih memiliki pengaruh signifikan. Contoh: Jual 5% seharga Rp 60 juta (Nilai buku proporsional Rp 50 juta).

Tabel 20: Jurnal Penjualan Sebagian Investasi

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Kas

60.000.000

-

Investasi pada Entitas Asosiasi

-

50.000.000

Laba Penjualan Investasi

-

10.000.000

Skenario 2: Hilang Pengaruh Signifikan Investor menjual sebagian investasi sehingga tidak lagi memiliki pengaruh signifikan (< 20%).

     Investor menghentikan penggunaan metode ekuitas.

     Sisa kepentingan diukur pada nilai wajar sebagai aset keuangan.

     Laba/rugi diakui dalam laba rugi.

Uji Penurunan Nilai (Impairment Testing)

1. Indikasi Penurunan Nilai

Investor melakukan uji penurunan nilai jika terdapat indikasi:

     Nilai pasar investasi berkurang signifikan.

     Perubahan signifikan dalam lingkungan ekonomi, pasar, teknologi.

     Investee mengalami kerugian operasional berturut-turut.

     Nilai tercatat aset neto investee melebihi nilai pasar.

2. Pengukuran Penurunan Nilai

Nilai Terpulihkan = Yang Lebih Tinggi dari (1) Nilai wajar dikurangi biaya penjualan, atau (2) Nilai pakai. Rugi Penurunan Nilai = Nilai Tercatat - Nilai Terpulihkan

Contoh:

     Nilai Tercatat: Rp 500 juta

     Nilai Terpulihkan: Rp 460 juta

     Rugi: Rp 40 juta

Tabel 21: Jurnal Penurunan Nilai

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Rugi Penurunan Nilai Investasi

40.000.000

-

Investasi pada Entitas Asosiasi

-

40.000.000

Pengungkapan dalam CALK

1. Pengungkapan Minimum

Informasi Umum Perusahaan memiliki investasi pada entitas berikut:

Tabel 22: Daftar Investasi

Nama Investee

Lokasi

Kepemilikan

Nilai Investasi (Rp juta)

PT Asosiasi A

Jakarta

30%

551

PT Ventura JV

Surabaya

50%

395

Total

 

 

946

Pergerakan Investasi (PT Asosiasi A)

Tabel 23: Pergerakan Nilai Investasi

Keterangan

Jumlah (Rp)

Saldo 1 Januari 2024

515.000.000

Bagian laba tahun 2024

60.000.000

Dividen diterima

(24.000.000)

Saldo 31 Desember 2024

551.000.000

Kebijakan Akuntansi Investasi pada entitas asosiasi dicatat menggunakan metode ekuitas. Investasi awal dicatat pada biaya perolehan dan kemudian disesuaikan dengan bagian Perusahaan atas laba atau rugi entitas asosiasi setelah tanggal perolehan. Dividen yang diterima mengurangi nilai investasi.

Informasi Keuangan Ringkas Investee (PT Asosiasi A - 100%)

Tabel 24: Ringkasan Keuangan Investee

Keterangan

Jumlah (Rp)

Total Aset

2.000.000.000

Total Liabilitas

500.000.000

Ekuitas

1.500.000.000

Pendapatan tahun 2024

800.000.000

Laba tahun 2024

200.000.000

Penurunan Nilai Tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama per 31 Desember 2024.

Kesimpulan

PSAK 228 memberikan kerangka kerja untuk akuntansi investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama menggunakan metode ekuitas. Pemahaman perbedaan antara pengaruh signifikan (asosiasi) dan pengendalian bersama (ventura bersama) adalah kunci penerapan yang benar.

Poin Kunci PSAK 228:

1. Definisi:

     Entitas Asosiasi: Pengaruh signifikan (umumnya kepemilikan 20-50%)

     Ventura Bersama: Pengendalian bersama (unanimous agreement untuk keputusan strategis)

2. Metode Ekuitas:

     Investasi awal = biaya perolehan

     Nilai investasi bertambah dengan bagian laba

     Nilai investasi berkurang dengan bagian rugi dan dividen

     Dividen bukan pendapatan, tapi mengurangi investasi

3. Perlakuan Khusus:

     Eliminasi laba transaksi intra-kelompok yang belum direalisasikan

     Uji penurunan nilai jika ada indikasi

     Goodwill tidak diamortisasi (bagian dari nilai investasi)

4. Pengungkapan:

     Daftar investasi dengan persentase kepemilikan

     Pergerakan nilai investasi

     Informasi keuangan ringkas investee

     Kebijakan akuntansi

Tabel 25: Ringkasan Dampak Transaksi Metode Ekuitas

Transaksi

Dampak Investasi

Dampak Laba Rugi

Pembelian

Bertambah (cost)

Tidak ada

Laba Investee

Bertambah

Pendapatan investasi

Rugi Investee

Berkurang

Kerugian investasi

Dividen Diterima

Berkurang

Tidak ada

Impairment

Berkurang

Rugi penurunan nilai

Transisi dari PSAK 15 ke PSAK 228 relatif mudah karena tidak ada perubahan substansi. Perusahaan hanya perlu memperbarui referensi standar dalam kebijakan akuntansi dan CALK. Yang paling penting adalah pemahaman metode ekuitas yang benar, identifikasi apakah investasi merupakan entitas asosiasi atau ventura bersama, dan pengungkapan yang comprehensive.

Balancio Indo siap membantu perusahaan Anda dalam menerapkan PSAK 228, mulai dari identifikasi pengaruh signifikan atau pengendalian bersama, penerapan metode ekuitas yang benar, perhitungan bagian laba/rugi dan eliminasi transaksi intra-kelompok, impairment testing investasi, hingga penyusunan pengungkapan yang comprehensive di CALK. Tim kami juga dapat membantu melakukan training untuk tim keuangan internal tentang mekanisme metode ekuitas, perbedaan dengan metode biaya, treatment dividen yang tepat, dan prosedur pengungkapan yang sesuai dengan PSAK 228.

Untuk mempelajari lebih lanjut, silakan akses materi pada powerpoint di samping ini.

Disclaimer: Artikel ini merupakan ringkasan edukatif untuk membantu pemahaman umum tentang PSAK 228. Konten ini tidak menggantikan dokumen resmi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 228 yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Untuk keperluan implementasi resmi dan interpretasi yang mengikat, selalu merujuk pada PSAK 228 versi lengkap dan konsultasikan dengan auditor atau konsultan akuntansi profesional.