PSAK 207 — Laporan Arus Kas

PSAK 207 mengatur penyajian laporan arus kas untuk menunjukkan perubahan historis kas dan setara kas. Arus kas diklasifikasikan menjadi operasi, investasi, dan pendanaan. Arus kas operasi dapat disajikan dengan metode langsung (dianjurkan) atau tidak langsung, serta mengharuskan definisi dan rekonsiliasi komponen kas dan setara kas.

🗓️ Update: 03 Jan 2026 ⏱️ Estimasi baca: 8 menit 🔤 ±1,520 kata
📘 Artikel PSAK

Apa Itu PSAK 207?

PSAK 207 adalah standar akuntansi Indonesia yang mengatur laporan arus kas, yaitu laporan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas entitas selama periode tertentu. Standar ini merupakan penomoran ulang dari PSAK 2, disahkan pada 12 Desember 2022, efektif berlaku untuk periode pelaporan pada atau setelah 1 Januari 2024, dan selaras dengan IAS 7.

Perubahan penomoran dari PSAK 2 ke PSAK 207 bersifat administratif untuk harmonisasi dengan IFRS, tanpa perubahan substansi akuntansi. PSAK 207 menggunakan penomoran 2xx yang menunjukkan bahwa standar ini mengacu pada IAS (International Accounting Standards).

Mengapa PSAK 207 Penting?

Laporan arus kas menyediakan informasi krusial tentang:

     Kemampuan menghasilkan kas dari aktivitas operasi

     Penggunaan kas untuk investasi dan pembiayaan

     Likuiditas dan solvabilitas perusahaan

     Fleksibilitas keuangan untuk menghadapi perubahan

Laporan arus kas melengkapi laporan posisi keuangan (neraca) dan laporan laba rugi dengan memberikan gambaran arus kas aktual, bukan hanya accrual accounting. Ini penting karena laba belum tentu sama dengan kas - perusahaan bisa profitable tapi cash-strapped.

Tujuan Pelaporan Arus Kas

Informasi arus kas berguna untuk menilai:

1.    Kemampuan Menghasilkan Kas: Kemampuan menghasilkan kas dari operasi, mempertahankan kapasitas produksi, serta membayar dividen dan bunga.

2.    Kebutuhan Likuiditas: Pemenuhan kebutuhan operasional, pembiayaan investasi dan hutang, serta timing arus kas masuk dan keluar.

3.    Investasi dan Pembiayaan: Keputusan investasi jangka panjang, keputusan pembiayaan dan struktur modal, serta fleksibilitas keuangan.

Tiga Kategori Arus Kas

PSAK 207 mengklasifikasikan semua arus kas menjadi tiga kategori berdasarkan jenis aktivitas.

1. Aktivitas Operasi (Operating Activities)

Definisi: Aktivitas yang menghasilkan pendapatan utama (principal revenue-producing activities) entitas dan aktivitas lain yang bukan investasi atau pendanaan.

Karakteristik:

     Terkait langsung dengan bisnis utama

     Menghasilkan laba atau rugi

     Transaksi berulang setiap periode

     Aktivitas penghasil pendapatan utama

Tabel 1: Klasifikasi Arus Kas Operasi

Arus Kas Masuk

Arus Kas Keluar

Penerimaan kas dari penjualan barang/jasa

Pembayaran kepada supplier

Penerimaan dari pelanggan

Pembayaran gaji dan upah karyawan

Penerimaan dividen (jika bisnis utama investasi)

Pembayaran pajak penghasilan

Penerimaan bunga (untuk bank dan lembaga keuangan)

Pembayaran bunga pinjaman

Penerimaan dari klaim asuransi

Pembayaran biaya operasional lainnya

Catatan Penting:

     Surat berharga untuk trading -> Aktivitas Operasi

     Surat berharga untuk investasi jangka panjang -> Aktivitas Investasi

2. Aktivitas Investasi (Investing Activities)

Definisi: Aktivitas perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.

Karakteristik:

     Terkait aset tetap dan aset jangka panjang

     Investasi jangka panjang

     Tidak berulang setiap periode

     Keputusan investasi strategis

Tabel 2: Klasifikasi Arus Kas Investasi

Arus Kas Masuk

Arus Kas Keluar

Hasil penjualan aset tetap (properti, pabrik, peralatan)

Pembelian aset tetap (tanah, gedung, mesin)

Hasil penjualan investasi jangka panjang (saham, obligasi)

Pembelian investasi jangka panjang (saham, obligasi)

Penerimaan cicilan penjualan aset tetap

Akuisisi entitas anak atau cabang

Penerimaan dividen dari investasi saham (jika bukan bisnis utama)

Pemberian pinjaman jangka panjang

Penerimaan bunga dari investasi obligasi

Pembayaran proyek pengembangan

3. Aktivitas Pendanaan (Financing Activities)

Definisi: Aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi kontribusi ekuitas dan pinjaman entitas.

Karakteristik:

     Terkait pendanaan entitas

     Mengubah struktur modal

     Transaksi dengan pemilik dan pemberi pinjaman

     Keputusan pembiayaan strategis

Tabel 3: Klasifikasi Arus Kas Pendanaan

Arus Kas Masuk

Arus Kas Keluar

Penerimaan dari penerbitan saham

Pelunasan hutang obligasi

Penerimaan dari penerbitan obligasi

Pelunasan pinjaman jangka panjang

Penerimaan pinjaman jangka panjang dari bank

Pembayaran dividen kepada pemilik

Penerimaan dari instrumen ekuitas lainnya

Pembayaran cicilan pokok hutang

 

Pembelian kembali saham (treasury stock)

Catatan Penting:

     Pembayaran bunga -> Umumnya Aktivitas Operasi

     Pembayaran pokok hutang -> Aktivitas Pendanaan

     Pembayaran dividen -> Aktivitas Pendanaan

Kas dan Setara Kas

1. Definisi Kas

Kas terdiri dari:

     Uang kertas dan koin (cash on hand)

     Rekening giro (demand deposits)

     Kas dalam perjalanan (cash in transit)

     Cek yang segera dapat diuangkan

2. Definisi Setara Kas

Setara Kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid (mudah dikonversi menjadi kas), memiliki risiko perubahan nilai yang minimal, dan jatuh tempo pendek (umumnya <= 3 bulan dari tanggal akuisisi).

Contoh Setara Kas: Deposito berjangka < 3 bulan, Obligasi pemerintah jatuh tempo < 3 bulan, Commercial paper < 3 bulan, Money market funds, Treasury bills < 3 bulan.

Contoh yang BUKAN Setara Kas: Saham biasa (risiko perubahan nilai signifikan), Obligasi jangka panjang (jatuh tempo > 3 bulan), Deposito berjangka > 3 bulan, Investasi real estat, Emas atau komoditas.

3. Kas Terbatas (Restricted Cash)

Kas atau setara kas yang dibatasi penggunaannya harus diidentifikasi secara terpisah, tidak dimasukkan dalam saldo kas dan setara kas, serta diungkapkan dalam catatan laporan keuangan. Contohnya: Kas dijaminkan untuk pinjaman, Kas dalam rekening escrow, Kas untuk tujuan tertentu (sinking fund).

Dua Metode Pelaporan Arus Kas Operasi

PSAK 207 memperbolehkan dua metode untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi.

1. Metode Langsung (Direct Method)

Definisi: Melaporkan arus kas operasi dengan menampilkan kelompok utama penerimaan dan pembayaran kas bruto.

Tabel 4: Format Metode Langsung

Keterangan

Jumlah (Rp)

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

 

Penerimaan kas:

 

Kas dari pelanggan

XXX

Pembayaran kas:

 

Pembayaran kepada supplier

(XXX)

Pembayaran gaji

(XXX)

Pembayaran pajak

(XXX)

Pembayaran biaya operasional lain

(XXX)

Arus kas bersih dari aktivitas operasi

XXX

Contoh Perhitungan: Data: Penjualan (Rp 10.000 juta), Piutang awal (Rp 800 juta), Piutang akhir (Rp 1.200 juta).

Tabel 5: Perhitungan Kas dari Pelanggan

Komponen

Perhitungan

Hasil (Rp Juta)

Penjualan

 

10.000

Kenaikan Piutang

(1.200 - 800)

(400)

Kas dari Pelanggan

10.000 - 400

9.600

2. Metode Tidak Langsung (Indirect Method)

Definisi: Menentukan arus kas operasi dengan menyesuaikan laba bersih dengan transaksi nonkas, penangguhan, dan akrual.

Tabel 6: Format Metode Tidak Langsung

Keterangan

Jumlah (Rp)

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

 

Laba bersih

XXX

Penyesuaian untuk:

 

Depresiasi

XXX

Amortisasi

XXX

Gain/loss dari penjualan aset

(XXX)

Perubahan aset dan liabilitas operasi:

 

(Kenaikan) piutang

(XXX)

Penurunan persediaan

XXX

Kenaikan hutang dagang

XXX

Arus kas bersih dari aktivitas operasi

XXX

Penyesuaian dalam Metode Tidak Langsung:

Tabel 7: Panduan Penyesuaian

Item

Perlakuan

Alasan

Item Nonkas (Depresiasi, Amortisasi)

Tambahkan

Mengurangi laba tapi tidak mengurangi kas

Gain penjualan aset

Kurangkan

Arus kas dicatat di aktivitas investasi

Loss penjualan aset

Tambahkan

Arus kas dicatat di aktivitas investasi

Penurunan Aset Operasi (Piutang/Stok)

Tambahkan

Kas dibebaskan/diterima

Kenaikan Aset Operasi

Kurangkan

Kas digunakan/tertahan

Kenaikan Liabilitas Operasi (Hutang)

Tambahkan

Kas belum keluar

Penurunan Liabilitas Operasi

Kurangkan

Kas keluar untuk pembayaran

Contoh Praktis Metode Tidak Langsung

Kasus: PT Maju Jaya

Tabel 8: Laporan Laba Rugi Ringkas

Keterangan

Jumlah (Rp Juta)

Penjualan

50.000

Harga Pokok Penjualan

(30.000)

Laba Kotor

20.000

Beban Operasional (Depresiasi 2.000, Gaji 5.000, Lainnya 3.000)

(10.000)

Laba Operasional

10.000

Gain Penjualan Aset Tetap

500

Laba Sebelum Pajak

10.500

Pajak (25%)

(2.625)

Laba Bersih

7.875

Tabel 9: Perubahan Neraca

Akun

Awal (Rp Juta)

Akhir (Rp Juta)

Perubahan (Rp Juta)

Piutang Dagang

5.000

6.500

+1.500 (Kenaikan)

Persediaan

8.000

7.000

-1.000 (Penurunan)

Hutang Dagang

4.000

5.500

+1.500 (Kenaikan)

Beban Terhutang

1.000

1.500

+500 (Kenaikan)

Tabel 10: Laporan Arus Kas - Aktivitas Operasi (Metode Tidak Langsung)

Keterangan

Jumlah (Rp Juta)

Laba Bersih

7.875

Penyesuaian:

 

Depresiasi

2.000

Gain penjualan aset tetap

(500)

Perubahan aset dan liabilitas operasi:

 

Kenaikan piutang dagang

(1.500)

Penurunan persediaan

1.000

Kenaikan hutang dagang

1.500

Kenaikan beban terhutang

500

Arus kas bersih dari aktivitas operasi

10.875

Format Lengkap Laporan Arus Kas

Tabel 11: Laporan Arus Kas Lengkap PT Maju Jaya

Keterangan

Jumlah (Rp)

PT MAJU JAYA

 

LAPORAN ARUS KAS

 

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024

 

 

 

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

 

Laba bersih

7.875.000.000

Penyesuaian untuk:

 

Depresiasi

2.000.000.000

Gain penjualan aset tetap

(500.000.000)

Perubahan aset dan liabilitas operasi:

 

Kenaikan piutang dagang

(1.500.000.000)

Penurunan persediaan

1.000.000.000

Kenaikan hutang dagang

1.500.000.000

Kenaikan beban terhutang

500.000.000

Arus kas bersih dari aktivitas operasi

10.875.000.000

 

 

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

 

Penerimaan:

 

Penjualan aset tetap

1.500.000.000

Pembayaran:

 

Pembelian aset tetap

(5.000.000.000)

Pembelian investasi

(1.000.000.000)

Arus kas bersih untuk aktivitas investasi

(4.500.000.000)

 

 

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

 

Penerimaan:

 

Penerbitan saham

5.000.000.000

Pinjaman bank

3.000.000.000

Pembayaran:

 

Pelunasan pinjaman

(2.000.000.000)

Pembayaran dividen

(1.500.000.000)

Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan

4.500.000.000

 

 

KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS

10.875.000.000

Kas dan setara kas awal periode

5.000.000.000

Kas dan setara kas akhir periode

15.875.000.000

Perbandingan Metode Langsung vs Tidak Langsung

Tabel 12: Perbandingan Metode

Aspek

Metode Langsung

Metode Tidak Langsung

Starting Point

Penerimaan/pembayaran kas

Laba bersih

Format

Gross cash flows

Reconciliation

Informasi

Sumber kas aktual

Hubungan laba-kas

Kemudahan Penyusunan

Sulit (butuh detail)

Mudah (dari laporan keuangan)

Kemudahan Pemahaman

Mudah dipahami

Perlu pemahaman akuntansi

Penggunaan Praktik

Jarang (~5%)

Umum (~95%)

Hasil Akhir

Sama

Sama

PSAK 207 Preference

Dianjurkan

Diperbolehkan

Kesimpulan

PSAK 207 memberikan kerangka kerja untuk pelaporan arus kas yang terstruktur dan informatif menggunakan klasifikasi tiga aktivitas dan dua metode pelaporan.

Poin Kunci PSAK 207:

1.    Tiga Kategori Arus Kas: Operasi, Investasi, dan Pendanaan.

2.    Kas dan Setara Kas: Kas (tunai/giro) dan Setara Kas (Investasi likuid, risiko minimal, jatuh tempo <= 3 bulan).

3.    Dua Metode Pelaporan: Metode Langsung (dianjurkan) dan Metode Tidak Langsung (lebih umum, hasil akhir sama).

4.    Penyesuaian Metode Tidak Langsung: Menyesuaikan laba bersih dengan item nonkas (depresiasi/amortisasi), gain/loss investasi, dan perubahan modal kerja.

Transisi dari PSAK 2 ke PSAK 207 relatif mudah karena tidak ada perubahan substansi. Perusahaan hanya perlu memperbarui referensi standar dalam kebijakan akuntansi dan catatan atas laporan keuangan. Yang paling penting adalah klasifikasi yang benar untuk tiga aktivitas, pemahaman kas dan setara kas, dan penerapan metode pelaporan yang konsisten.

Balancio Indo hadir sebagai mitra strategis perusahaan Anda dalam memastikan penyajian Laporan Arus Kas yang akurat, transparan, dan sesuai dengan standar PSAK 207. Tim profesional kami siap membantu Anda mulai dari pemetaan klasifikasi arus kas yang tepat (operasi, investasi, pendanaan), analisis penentuan setara kas yang memenuhi kriteria likuiditas ketat, hingga penyusunan rekonsiliasi yang presisi antara laba bersih dan arus kas operasi. Kami juga menyediakan layanan pendampingan teknis untuk transisi metode pelaporan—baik langsung maupun tidak langsung—serta pelatihan mendalam bagi tim keuangan internal agar mampu menyajikan informasi likuiditas yang andal bagi pengambilan keputusan strategis.

Untuk mempelajari lebih lanjut, silakan akses materi pada powerpoint di samping ini.

Disclaimer: Artikel ini merupakan ringkasan edukatif untuk membantu pemahaman umum tentang PSAK 207. Untuk keperluan implementasi resmi, selalu merujuk pada PSAK 207 versi lengkap dan konsultasikan dengan auditor atau konsultan akuntansi profesional.