Apa Itu PSAK 207?
PSAK 207 adalah standar akuntansi Indonesia yang mengatur laporan arus kas, yaitu laporan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas entitas selama periode tertentu. Standar ini merupakan penomoran ulang dari PSAK 2, disahkan pada 12 Desember 2022, efektif berlaku untuk periode pelaporan pada atau setelah 1 Januari 2024, dan selaras dengan IAS 7.
Perubahan penomoran dari PSAK 2 ke PSAK 207 bersifat administratif untuk harmonisasi dengan IFRS, tanpa perubahan substansi akuntansi. PSAK 207 menggunakan penomoran 2xx yang menunjukkan bahwa standar ini mengacu pada IAS (International Accounting Standards).
Mengapa PSAK 207 Penting?
Laporan arus kas menyediakan informasi krusial tentang:
● Kemampuan menghasilkan kas dari aktivitas operasi
● Penggunaan kas untuk investasi dan pembiayaan
● Likuiditas dan solvabilitas perusahaan
● Fleksibilitas keuangan untuk menghadapi perubahan
Laporan arus kas melengkapi laporan posisi keuangan (neraca) dan laporan laba rugi dengan memberikan gambaran arus kas aktual, bukan hanya accrual accounting. Ini penting karena laba belum tentu sama dengan kas - perusahaan bisa profitable tapi cash-strapped.
Tujuan Pelaporan Arus Kas
Informasi arus kas berguna untuk menilai:
1. Kemampuan Menghasilkan Kas: Kemampuan menghasilkan kas dari operasi, mempertahankan kapasitas produksi, serta membayar dividen dan bunga.
2. Kebutuhan Likuiditas: Pemenuhan kebutuhan operasional, pembiayaan investasi dan hutang, serta timing arus kas masuk dan keluar.
3. Investasi dan Pembiayaan: Keputusan investasi jangka panjang, keputusan pembiayaan dan struktur modal, serta fleksibilitas keuangan.
Tiga Kategori Arus Kas
PSAK 207 mengklasifikasikan semua arus kas menjadi tiga kategori berdasarkan jenis aktivitas.
1. Aktivitas Operasi (Operating Activities)
Definisi: Aktivitas yang menghasilkan pendapatan utama (principal revenue-producing activities) entitas dan aktivitas lain yang bukan investasi atau pendanaan.
Karakteristik:
● Terkait langsung dengan bisnis utama
● Menghasilkan laba atau rugi
● Transaksi berulang setiap periode
● Aktivitas penghasil pendapatan utama
Tabel 1: Klasifikasi Arus Kas Operasi
|
Arus Kas Masuk |
Arus Kas Keluar |
|
Penerimaan kas dari penjualan barang/jasa |
Pembayaran kepada supplier |
|
Penerimaan dari pelanggan |
Pembayaran gaji dan upah karyawan |
|
Penerimaan dividen (jika bisnis utama investasi) |
Pembayaran pajak penghasilan |
|
Penerimaan bunga (untuk bank dan lembaga keuangan) |
Pembayaran bunga pinjaman |
|
Penerimaan dari klaim asuransi |
Pembayaran biaya operasional lainnya |
Catatan Penting:
● Surat berharga untuk trading -> Aktivitas Operasi
● Surat berharga untuk investasi jangka panjang -> Aktivitas Investasi
2. Aktivitas Investasi (Investing Activities)
Definisi: Aktivitas perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.
Karakteristik:
● Terkait aset tetap dan aset jangka panjang
● Investasi jangka panjang
● Tidak berulang setiap periode
● Keputusan investasi strategis
Tabel 2: Klasifikasi Arus Kas Investasi
|
Arus Kas Masuk |
Arus Kas Keluar |
|
Hasil penjualan aset tetap (properti, pabrik, peralatan) |
Pembelian aset tetap (tanah, gedung, mesin) |
|
Hasil penjualan investasi jangka panjang (saham, obligasi) |
Pembelian investasi jangka panjang (saham, obligasi) |
|
Penerimaan cicilan penjualan aset tetap |
Akuisisi entitas anak atau cabang |
|
Penerimaan dividen dari investasi saham (jika bukan bisnis utama) |
Pemberian pinjaman jangka panjang |
|
Penerimaan bunga dari investasi obligasi |
Pembayaran proyek pengembangan |
3. Aktivitas Pendanaan (Financing Activities)
Definisi: Aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi kontribusi ekuitas dan pinjaman entitas.
Karakteristik:
● Terkait pendanaan entitas
● Mengubah struktur modal
● Transaksi dengan pemilik dan pemberi pinjaman
● Keputusan pembiayaan strategis
Tabel 3: Klasifikasi Arus Kas Pendanaan
|
Arus Kas Masuk |
Arus Kas Keluar |
|
Penerimaan dari penerbitan saham |
Pelunasan hutang obligasi |
|
Penerimaan dari penerbitan obligasi |
Pelunasan pinjaman jangka panjang |
|
Penerimaan pinjaman jangka panjang dari bank |
Pembayaran dividen kepada pemilik |
|
Penerimaan dari instrumen ekuitas lainnya |
Pembayaran cicilan pokok hutang |
|
|
Pembelian kembali saham (treasury stock) |
Catatan Penting:
● Pembayaran bunga -> Umumnya Aktivitas Operasi
● Pembayaran pokok hutang -> Aktivitas Pendanaan
● Pembayaran dividen -> Aktivitas Pendanaan
Kas dan Setara Kas
1. Definisi Kas
Kas terdiri dari:
● Uang kertas dan koin (cash on hand)
● Rekening giro (demand deposits)
● Kas dalam perjalanan (cash in transit)
● Cek yang segera dapat diuangkan
2. Definisi Setara Kas
Setara Kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid (mudah dikonversi menjadi kas), memiliki risiko perubahan nilai yang minimal, dan jatuh tempo pendek (umumnya <= 3 bulan dari tanggal akuisisi).
Contoh Setara Kas: Deposito berjangka < 3 bulan, Obligasi pemerintah jatuh tempo < 3 bulan, Commercial paper < 3 bulan, Money market funds, Treasury bills < 3 bulan.
Contoh yang BUKAN Setara Kas: Saham biasa (risiko perubahan nilai signifikan), Obligasi jangka panjang (jatuh tempo > 3 bulan), Deposito berjangka > 3 bulan, Investasi real estat, Emas atau komoditas.
3. Kas Terbatas (Restricted Cash)
Kas atau setara kas yang dibatasi penggunaannya harus diidentifikasi secara terpisah, tidak dimasukkan dalam saldo kas dan setara kas, serta diungkapkan dalam catatan laporan keuangan. Contohnya: Kas dijaminkan untuk pinjaman, Kas dalam rekening escrow, Kas untuk tujuan tertentu (sinking fund).
Dua Metode Pelaporan Arus Kas Operasi
PSAK 207 memperbolehkan dua metode untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi.
1. Metode Langsung (Direct Method)
Definisi: Melaporkan arus kas operasi dengan menampilkan kelompok utama penerimaan dan pembayaran kas bruto.
Tabel 4: Format Metode Langsung
|
Keterangan |
Jumlah (Rp) |
|
Arus Kas dari Aktivitas Operasi |
|
|
Penerimaan kas: |
|
|
Kas dari pelanggan |
XXX |
|
Pembayaran kas: |
|
|
Pembayaran kepada supplier |
(XXX) |
|
Pembayaran gaji |
(XXX) |
|
Pembayaran pajak |
(XXX) |
|
Pembayaran biaya operasional lain |
(XXX) |
|
Arus kas bersih dari aktivitas operasi |
XXX |
Contoh Perhitungan: Data: Penjualan (Rp 10.000 juta), Piutang awal (Rp 800 juta), Piutang akhir (Rp 1.200 juta).
Tabel 5: Perhitungan Kas dari Pelanggan
|
Komponen |
Perhitungan |
Hasil (Rp Juta) |
|
Penjualan |
|
10.000 |
|
Kenaikan Piutang |
(1.200 - 800) |
(400) |
|
Kas dari Pelanggan |
10.000 - 400 |
9.600 |
2. Metode Tidak Langsung (Indirect Method)
Definisi: Menentukan arus kas operasi dengan menyesuaikan laba bersih dengan transaksi nonkas, penangguhan, dan akrual.
Tabel 6: Format Metode Tidak Langsung
|
Keterangan |
Jumlah (Rp) |
|
Arus Kas dari Aktivitas Operasi |
|
|
Laba bersih |
XXX |
|
Penyesuaian untuk: |
|
|
Depresiasi |
XXX |
|
Amortisasi |
XXX |
|
Gain/loss dari penjualan aset |
(XXX) |
|
Perubahan aset dan liabilitas operasi: |
|
|
(Kenaikan) piutang |
(XXX) |
|
Penurunan persediaan |
XXX |
|
Kenaikan hutang dagang |
XXX |
|
Arus kas bersih dari aktivitas operasi |
XXX |
Penyesuaian dalam Metode Tidak Langsung:
Tabel 7: Panduan Penyesuaian
|
Item |
Perlakuan |
Alasan |
|
Item Nonkas (Depresiasi, Amortisasi) |
Tambahkan |
Mengurangi laba tapi tidak mengurangi kas |
|
Gain penjualan aset |
Kurangkan |
Arus kas dicatat di aktivitas investasi |
|
Loss penjualan aset |
Tambahkan |
Arus kas dicatat di aktivitas investasi |
|
Penurunan Aset Operasi (Piutang/Stok) |
Tambahkan |
Kas dibebaskan/diterima |
|
Kenaikan Aset Operasi |
Kurangkan |
Kas digunakan/tertahan |
|
Kenaikan Liabilitas Operasi (Hutang) |
Tambahkan |
Kas belum keluar |
|
Penurunan Liabilitas Operasi |
Kurangkan |
Kas keluar untuk pembayaran |
Contoh Praktis Metode Tidak Langsung
Kasus: PT Maju Jaya
Tabel 8: Laporan Laba Rugi Ringkas
|
Keterangan |
Jumlah (Rp Juta) |
|
Penjualan |
50.000 |
|
Harga Pokok Penjualan |
(30.000) |
|
Laba Kotor |
20.000 |
|
Beban Operasional (Depresiasi 2.000, Gaji 5.000, Lainnya 3.000) |
(10.000) |
|
Laba Operasional |
10.000 |
|
Gain Penjualan Aset Tetap |
500 |
|
Laba Sebelum Pajak |
10.500 |
|
Pajak (25%) |
(2.625) |
|
Laba Bersih |
7.875 |
Tabel 9: Perubahan Neraca
|
Akun |
Awal (Rp Juta) |
Akhir (Rp Juta) |
Perubahan (Rp Juta) |
|
Piutang Dagang |
5.000 |
6.500 |
+1.500 (Kenaikan) |
|
Persediaan |
8.000 |
7.000 |
-1.000 (Penurunan) |
|
Hutang Dagang |
4.000 |
5.500 |
+1.500 (Kenaikan) |
|
Beban Terhutang |
1.000 |
1.500 |
+500 (Kenaikan) |
Tabel 10: Laporan Arus Kas - Aktivitas Operasi (Metode Tidak Langsung)
|
Keterangan |
Jumlah (Rp Juta) |
|
Laba Bersih |
7.875 |
|
Penyesuaian: |
|
|
Depresiasi |
2.000 |
|
Gain penjualan aset tetap |
(500) |
|
Perubahan aset dan liabilitas operasi: |
|
|
Kenaikan piutang dagang |
(1.500) |
|
Penurunan persediaan |
1.000 |
|
Kenaikan hutang dagang |
1.500 |
|
Kenaikan beban terhutang |
500 |
|
Arus kas bersih dari aktivitas operasi |
10.875 |
Format Lengkap Laporan Arus Kas
Tabel 11: Laporan Arus Kas Lengkap PT Maju Jaya
|
Keterangan |
Jumlah (Rp) |
|
PT MAJU JAYA |
|
|
LAPORAN ARUS KAS |
|
|
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2024 |
|
|
|
|
|
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI |
|
|
Laba bersih |
7.875.000.000 |
|
Penyesuaian untuk: |
|
|
Depresiasi |
2.000.000.000 |
|
Gain penjualan aset tetap |
(500.000.000) |
|
Perubahan aset dan liabilitas operasi: |
|
|
Kenaikan piutang dagang |
(1.500.000.000) |
|
Penurunan persediaan |
1.000.000.000 |
|
Kenaikan hutang dagang |
1.500.000.000 |
|
Kenaikan beban terhutang |
500.000.000 |
|
Arus kas bersih dari aktivitas operasi |
10.875.000.000 |
|
|
|
|
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI |
|
|
Penerimaan: |
|
|
Penjualan aset tetap |
1.500.000.000 |
|
Pembayaran: |
|
|
Pembelian aset tetap |
(5.000.000.000) |
|
Pembelian investasi |
(1.000.000.000) |
|
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi |
(4.500.000.000) |
|
|
|
|
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN |
|
|
Penerimaan: |
|
|
Penerbitan saham |
5.000.000.000 |
|
Pinjaman bank |
3.000.000.000 |
|
Pembayaran: |
|
|
Pelunasan pinjaman |
(2.000.000.000) |
|
Pembayaran dividen |
(1.500.000.000) |
|
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan |
4.500.000.000 |
|
|
|
|
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS |
10.875.000.000 |
|
Kas dan setara kas awal periode |
5.000.000.000 |
|
Kas dan setara kas akhir periode |
15.875.000.000 |
Perbandingan Metode Langsung vs Tidak Langsung
Tabel 12: Perbandingan Metode
|
Aspek |
Metode Langsung |
Metode Tidak Langsung |
|
Starting Point |
Penerimaan/pembayaran kas |
Laba bersih |
|
Format |
Gross cash flows |
Reconciliation |
|
Informasi |
Sumber kas aktual |
Hubungan laba-kas |
|
Kemudahan Penyusunan |
Sulit (butuh detail) |
Mudah (dari laporan keuangan) |
|
Kemudahan Pemahaman |
Mudah dipahami |
Perlu pemahaman akuntansi |
|
Penggunaan Praktik |
Jarang (~5%) |
Umum (~95%) |
|
Hasil Akhir |
Sama |
Sama |
|
PSAK 207 Preference |
Dianjurkan |
Diperbolehkan |
Kesimpulan
PSAK 207 memberikan kerangka kerja untuk pelaporan arus kas yang terstruktur dan informatif menggunakan klasifikasi tiga aktivitas dan dua metode pelaporan.
Poin Kunci PSAK 207:
1. Tiga Kategori Arus Kas: Operasi, Investasi, dan Pendanaan.
2. Kas dan Setara Kas: Kas (tunai/giro) dan Setara Kas (Investasi likuid, risiko minimal, jatuh tempo <= 3 bulan).
3. Dua Metode Pelaporan: Metode Langsung (dianjurkan) dan Metode Tidak Langsung (lebih umum, hasil akhir sama).
4. Penyesuaian Metode Tidak Langsung: Menyesuaikan laba bersih dengan item nonkas (depresiasi/amortisasi), gain/loss investasi, dan perubahan modal kerja.
Transisi dari PSAK 2 ke PSAK 207 relatif mudah karena tidak ada perubahan substansi. Perusahaan hanya perlu memperbarui referensi standar dalam kebijakan akuntansi dan catatan atas laporan keuangan. Yang paling penting adalah klasifikasi yang benar untuk tiga aktivitas, pemahaman kas dan setara kas, dan penerapan metode pelaporan yang konsisten.
Balancio Indo hadir sebagai mitra strategis perusahaan Anda dalam memastikan penyajian Laporan Arus Kas yang akurat, transparan, dan sesuai dengan standar PSAK 207. Tim profesional kami siap membantu Anda mulai dari pemetaan klasifikasi arus kas yang tepat (operasi, investasi, pendanaan), analisis penentuan setara kas yang memenuhi kriteria likuiditas ketat, hingga penyusunan rekonsiliasi yang presisi antara laba bersih dan arus kas operasi. Kami juga menyediakan layanan pendampingan teknis untuk transisi metode pelaporan—baik langsung maupun tidak langsung—serta pelatihan mendalam bagi tim keuangan internal agar mampu menyajikan informasi likuiditas yang andal bagi pengambilan keputusan strategis.
Untuk mempelajari lebih lanjut, silakan akses materi pada powerpoint di samping ini.
Disclaimer: Artikel ini merupakan ringkasan edukatif untuk membantu pemahaman umum tentang PSAK 207. Untuk keperluan implementasi resmi, selalu merujuk pada PSAK 207 versi lengkap dan konsultasikan dengan auditor atau konsultan akuntansi profesional.