PSAK 227 — Laporan Keuangan Tersendiri

PSAK 227 mengatur penyajian laporan keuangan tersendiri entitas induk: hanya aset, liabilitas, dan ekuitas induk, sementara investasi pada anak/asosiasi/ventura bersama disajikan sebagai satu pos. Investasi dicatat dengan metode biaya, metode ekuitas (untuk anak), atau nilai wajar; transaksi intragrup tidak dieliminasi dan perlu diungkap. PSAK 227 mengatur penyajian laporan keuangan tersendiri entitas induk: hanya aset, liabilitas, dan ekuitas induk, sementara investasi pada anak/asosiasi/ventura bersama disajikan sebagai satu pos. Investasi dicatat dengan metode biaya, metode ekuitas (untuk anak), atau nilai wajar; transaksi intragrup tidak dieliminasi dan perlu diungkap.

🗓️ Update: 03 Jan 2026 ⏱️ Estimasi baca: 8 menit 🔤 ±1,438 kata
📘 Artikel PSAK

Apa Itu PSAK 227?

PSAK 227 adalah standar akuntansi Indonesia yang mengatur laporan keuangan tersendiri (separate financial statements), yaitu laporan keuangan yang disajikan oleh entitas induk yang menunjukkan investasi pada anak perusahaan, entitas asosiasi, dan ventura bersama menggunakan metode akuntansi tertentu, bukan dalam bentuk konsolidasi. Standar ini merupakan penomoran ulang dari PSAK 4, disahkan pada 12 Desember 2022, efektif berlaku untuk periode pelaporan pada atau setelah 1 Januari 2024, dan selaras dengan IAS 27.

Perubahan penomoran dari PSAK 4 ke PSAK 227 bersifat administratif untuk harmonisasi dengan IFRS, tanpa perubahan substansi akuntansi. Tujuan utama standar ini adalah menetapkan persyaratan akuntansi dan pengungkapan untuk investasi ketika entitas menyajikan laporan keuangan tersendiri.

Karakteristik Laporan Keuangan Tersendiri:

     Hanya Menampilkan Operasi Induk: Laporan hanya mencakup aset, liabilitas, ekuitas induk. Tidak termasuk aset/liabilitas anak perusahaan. Investasi dicatat sebagai line item di neraca.

     Investasi Tetap Ada (Tidak Dieliminasi): Berbeda dengan konsolidasi yang mengeliminasi investasi. Investasi ditampilkan di neraca sebagai aset. Nilai ditentukan berdasarkan metode akuntansi pilihan.

     Dividen dan Laba Dicatat: Dividen masuk sebagai pendapatan atau adjustment. Laba investee tercermin di income (jika metode ekuitas). Rugi investee mengurangi laba induk.

     Transaksi Antar Perusahaan Tetap Terlihat: Tidak ada eliminasi transaksi internal. Piutang antar perusahaan tetap ada di neraca. Perlu disclosure untuk transparansi.

     Disajikan Sebagai Lampiran: Laporan tersendiri disajikan sebagai lampiran laporan konsolidasi, bukan laporan utama standalone.

Perbedaan Laporan Tersendiri vs Konsolidasi

Elemen

Laporan Tersendiri

Laporan Konsolidasi

Aset Ditampilkan

Hanya induk

Induk + semua anak

Investasi

Dicatat sebagai investasi

Dieliminasi, diganti aset actual

Dividen

Dicatat sebagai pendapatan/adjustment

Dieliminasi

Transaksi Antar

Terlihat di laporan

Semua dieliminasi

Goodwill

Dicatat dalam investasi

Direkonsiliasi dalam konsolidasi

Publikasi

Lampiran konsolidasi

Laporan utama

Tiga Jenis Investee

1. Anak Perusahaan (Subsidiary)

Definisi: Entitas yang dikendalikan oleh induk. Pengendalian berarti induk memiliki kekuatan mengarahkan aktivitas relevan.

Kriteria:

     Induk memiliki >50% saham voting, ATAU

     Ada kontrol faktual atas badan eksekutif, ATAU

     Perjanjian memberikan induk kontrol

Metode Akuntansi yang Boleh (di LK Tersendiri):

     Metode Biaya (Cost Method)

     Metode Ekuitas (Equity Method)

     Fair Value Through Profit or Loss (IFRS 9)

2. Entitas Asosiasi (Associate)

Definisi: Entitas dimana induk memiliki pengaruh signifikan tapi bukan pengendalian.

Karakteristik Pengaruh Signifikan:

     Induk memiliki 20-50% saham voting, ATAU

     Ada representasi di badan eksekutif, ATAU

     Ada keterlibatan dalam pengambilan keputusan strategis

Metode Akuntansi yang Boleh (di LK Tersendiri):

     Metode Biaya (Cost Method) - WAJIB

     Fair Value Through Profit or Loss (IFRS 9) - Alternatif

Metode yang Dilarang:

     Metode Ekuitas TIDAK boleh di laporan tersendiri untuk asosiasi

3. Ventura Bersama (Joint Venture)

Definisi: Pengaturan bersama atas aset dimana dua pihak atau lebih memiliki kontrol bersama.

Tanda Ventura Bersama:

     Ada perjanjian kontrol bersama

     Keputusan strategis memerlukan unanimous agreement

     Masing-masing venturer memiliki ownership interest

Metode Akuntansi yang Boleh (di LK Tersendiri):

     Metode Biaya (Cost Method) - WAJIB

     Fair Value Through Profit or Loss (IFRS 9) - Alternatif

Metode yang Dilarang:

     Metode Ekuitas TIDAK boleh di laporan tersendiri untuk ventura bersama

Dua Metode Akuntansi Utama

1. Metode Biaya (Cost Method)

Definisi: Investasi dicatat sebesar harga perolehan dan tidak disesuaikan berdasarkan kinerja investee, kecuali ada penurunan nilai.

Mekanisme Akuntansi:

Tabel 1: Jurnal Pencatatan Awal Investasi

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada [Investee]

XXX

-

Kas

-

XXX

Tabel 2: Jurnal Penerimaan Dividen

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Kas

XXX

-

Pendapatan Dividen

-

XXX

Tabel 3: Jurnal Penyesuaian Nilai (Impairment)

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Kerugian Penurunan Nilai Investasi

XXX

-

Allowance Penurunan Nilai

-

XXX

Dampak Laporan Keuangan:

     Di Neraca: Investasi tetap sebesar harga perolehan awal. Berkurang hanya jika ada penurunan nilai atau penjualan. Tidak naik berdasarkan laba investee.

     Di Laba Rugi: Hanya dividen yang dicatat sebagai pendapatan. Laba/Rugi investee TIDAK dicatat.

2. Metode Ekuitas (Equity Method)

Definisi: Investasi dicatat sebesar harga perolehan dan disesuaikan setiap periode dengan bagian investor atas laba atau rugi investee. Dividen diterima mengurangi investasi.

Mekanisme Akuntansi:

Tabel 4: Jurnal Pencatatan Awal Investasi

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada [Investee]

XXX

-

Kas

-

XXX

Tabel 5: Jurnal Pengakuan Bagian Laba Investee

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada [Investee]

XXX

-

Pendapatan Investasi

-

XXX

Tabel 6: Jurnal Pengakuan Bagian Rugi Investee

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Rugi Investasi

XXX

-

Investasi pada [Investee]

-

XXX

Tabel 7: Jurnal Penerimaan Dividen

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Kas

XXX

-

Investasi pada [Investee]

-

XXX

Contoh Praktis 1: Metode Biaya

Kasus: PT Induk membeli 30% saham PT Asosiasi Data:

     Tanggal pembelian: 1 Januari 2024

     Harga pembelian: Rp 2 miliar

     Metode: Cost Method

     Dividen diterima 2024: Rp 100 juta

Jurnal Transaksi:

Tabel 8: Pembelian (1 Januari 2024)

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada PT Asosiasi

2.000.000.000

-

Kas

-

2.000.000.000

Tabel 9: Penerimaan Dividen (31 Desember 2024)

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Kas

100.000.000

-

Pendapatan Dividen

-

100.000.000

Penyajian di Laporan Keuangan:

Tabel 10: Neraca 31 Desember 2024

Pos Laporan

Akun

Jumlah (Rp)

Aset Tidak Lancar

Investasi pada PT Asosiasi

2.000.000.000

Tabel 11: Laba Rugi 2024

Pos Laporan

Akun

Jumlah (Rp)

Pendapatan Lain-Lain

Pendapatan Dividen

100.000.000

Contoh Praktis 2: Metode Ekuitas

Kasus: PT Induk membeli 60% saham PT Anak Data:

     Tanggal pembelian: 1 Januari 2024

     Harga pembelian: Rp 5 miliar

     Metode: Equity Method

     Laba PT Anak 2024: Rp 800 juta

     Dividen dibayar PT Anak: Rp 200 juta (60% = Rp 120 juta untuk PT Induk)

Jurnal Transaksi:

Tabel 12: Pembelian (1 Januari 2024)

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada PT Anak

5.000.000.000

-

Kas

-

5.000.000.000

Tabel 13: Pengakuan Bagian Laba (31 Desember 2024)

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Investasi pada PT Anak

480.000.000

-

Pendapatan Investasi

-

480.000.000

Tabel 14: Penerimaan Dividen (31 Desember 2024)

Nama Akun

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Kas

120.000.000

-

Investasi pada PT Anak

-

120.000.000

Penyajian di Laporan Keuangan:

Tabel 15: Neraca 31 Desember 2024

Pos Laporan

Rincian

Jumlah (Rp)

Aset Tidak Lancar

Investasi pada PT Anak

5.360.000.000

(Rincian)

Investasi awal

5.000.000.000

 

Bagian laba tahun berjalan

480.000.000

 

Dividen diterima

(120.000.000)

Tabel 16: Laba Rugi 2024

Pos Laporan

Akun

Jumlah (Rp)

Pendapatan Lain-Lain

Pendapatan Investasi (bagian laba)

480.000.000

Perbandingan Cost vs Equity Method

Aspek

Metode Biaya

Metode Ekuitas

Pencatatan Awal

Harga perolehan

Harga perolehan

Laba Investee

Tidak dicatat

Dicatat, menambah investasi

Rugi Investee

Tidak dicatat

Dicatat, mengurangi investasi

Dividen Diterima

Pendapatan

Mengurangi investasi

Nilai Investasi di Neraca

Tetap (kecuali impairment)

Berubah setiap periode

Kompleksitas

Sederhana

Kompleks

Cocok Untuk

Asosiasi, Ventura Bersama

Anak Perusahaan

Mencerminkan Kinerja Investee

Tidak

Ya

Pengungkapan dalam CALK

1. Kebijakan Akuntansi

     Investasi pada Anak Perusahaan: Investasi pada anak perusahaan dicatat menggunakan metode ekuitas. Investasi awal dicatat pada biaya perolehan dan kemudian disesuaikan dengan bagian Perusahaan atas laba atau rugi anak perusahaan. Dividen yang diterima mengurangi nilai investasi.

     Investasi pada Entitas Asosiasi: Investasi pada entitas asosiasi dicatat menggunakan metode biaya. Investasi dicatat pada biaya perolehan dan tidak disesuaikan berdasarkan kinerja investee, kecuali ada indikasi penurunan nilai.

2. Daftar Investasi Signifikan

Tabel 17: Rincian Investasi

Nama Investee

Lokasi

Kepemilikan

Metode

Nilai (Rp juta)

PT Sinar Utama

Jakarta

60%

Equity

3.500

PT Maju Jaya

Surabaya

30%

Cost

2.000

PT Cemerlang

Bandung

40%

Cost

1.800

Total

 

 

 

7.300

3. Pergerakan Investasi

Catatan: Investasi pada Anak Perusahaan (PT Sinar Utama)

Tabel 18: Rekonsiliasi Pergerakan Investasi

Keterangan

Jumlah (Rp)

Saldo 1 Januari 2024

3.000.000.000

Bagian laba tahun ini

200.000.000

Dividen diterima

(120.000.000)

Saldo 31 Desember 2024

3.080.000.000

4. Penurunan Nilai (Jika Ada)

Catatan: Impairment Testing Investasi (PT Mulai Jaya)

Tabel 19: Perhitungan Impairment

Keterangan

Jumlah (Rp)

Nilai Buku

2.000.000.000

Value in Use (estimasi)

1.200.000.000

Kerugian Penurunan Nilai

(800.000.000)

Alasan Penurunan Nilai: Investee mengalami kerugian operasi berturut-turut, cashflow negative forecast 2024-2025, dan kondisi keuangan yang distress.

Kesimpulan

PSAK 227 memberikan kerangka kerja untuk akuntansi investasi dalam laporan keuangan tersendiri. Pemahaman perbedaan antara metode biaya dan metode ekuitas adalah kunci penerapan yang benar.

Metode Biaya:

     Sederhana, investasi tetap di cost

     Dividen = pendapatan

     Cocok untuk asosiasi dan ventura bersama

     Tidak mencerminkan kinerja investee

Metode Ekuitas:

     Kompleks, investasi berubah setiap periode

     Laba investee menambah investasi

     Dividen mengurangi investasi

     Mencerminkan kinerja investee

     Hanya untuk anak perusahaan di laporan tersendiri

Tabel 20: Tabel Ringkas Metode yang Boleh

Jenis Investee

Metode Biaya

Metode Ekuitas

Fair Value

Anak Perusahaan (>50%)

Entitas Asosiasi (20-50%)

Ventura Bersama

Catatan Penting: Metode ekuitas TIDAK boleh digunakan untuk asosiasi dan ventura bersama di laporan keuangan tersendiri (hanya boleh di laporan konsolidasi).

Transisi dari PSAK 4 ke PSAK 227 relatif mudah karena tidak ada perubahan substansi. Perusahaan hanya perlu memperbarui referensi standar dalam kebijakan akuntansi dan dokumentasi. Yang paling penting adalah pemilihan metode akuntansi yang tepat untuk setiap jenis investee, konsistensi penerapan metode, dan pengungkapan yang transparan tentang investasi dan metode yang digunakan.

Balancio Indo siap membantu perusahaan Anda dalam menerapkan PSAK 227, mulai dari identifikasi jenis investee yang tepat (anak, asosiasi, ventura bersama), pemilihan metode akuntansi yang sesuai (cost vs equity), perhitungan bagian laba/rugi untuk metode ekuitas, impairment testing investasi, hingga penyusunan pengungkapan yang comprehensive di CALK. Tim kami juga dapat membantu melakukan training untuk tim keuangan internal tentang perbedaan metode biaya vs metode ekuitas, treatment dividen yang berbeda antara kedua metode, dan prosedur pengungkapan yang sesuai dengan PSAK 227.

Untuk mempelajari lebih lanjut, silakan akses materi pada powerpoint di samping ini.

Disclaimer: Artikel ini merupakan ringkasan edukatif untuk membantu pemahaman umum tentang PSAK 227. Konten ini tidak menggantikan dokumen resmi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 227 yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Untuk keperluan implementasi resmi dan interpretasi yang mengikat, selalu merujuk pada PSAK 227 versi lengkap dan konsultasikan dengan auditor atau konsultan akuntansi profesional.