PSAK 106 — Pedoman Akuntansi Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi Pertambangan

PSAK 106 mengatur perlakuan akuntansi biaya eksplorasi dan evaluasi (E&E) sumber daya mineral: kapan biaya boleh dikapitalisasi menjadi Aset E&E, jenis aset berwujud/tak berwujud, uji penurunan nilai saat ada indikator, larangan pemulihan rugi (no reversal), serta reklasifikasi saat kelayakan teknis-komersial terbukti.

🗓️ Update: 03 Jan 2026 ⏱️ Estimasi baca: 3 menit 🔤 ±489 kata
📘 Artikel PSAK

Industri pertambangan di Indonesia kini mengacu pada standar penomoran baru dalam pelaporan keuangannya. Efektif per 1 Januari 2024, PSAK 106 hadir menggantikan penomoran PSAK 64 terkait Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral.

Meski secara substansi prinsip akuntansinya tetap mengacu pada IFRS 6, perubahan ini penting dipahami oleh akuntan, manajemen perusahaan tambang, dan investor untuk memastikan kepatuhan regulasi serta transparansi laporan keuangan. Berikut adalah rangkuman esensial mengenai PSAK 106.

Apa Itu PSAK 106?

PSAK 106 adalah standar yang mengatur perlakuan akuntansi atas pengeluaran yang terjadi selama fase eksplorasi dan evaluasi (E&E) sumber daya mineral. Fase ini mencakup periode setelah perusahaan memiliki hak hukum untuk mengeksplorasi suatu wilayah, hingga saat kelayakan teknis dan komersial penambangan dapat dibuktikan.

Poin Penting Perubahan: Perubahan dari PSAK 64 ke PSAK 106 hanyalah perubahan sistem penomoran untuk harmonisasi dengan standar global. Tidak ada perubahan radikal pada metode pengakuan atau pengukuran.

Pengakuan Aset: Kapan Bisa Diakui?

Tidak semua pengeluaran tambang bisa diakui sebagai aset. PSAK 106 menetapkan kriteria spesifik. Pengeluaran hanya dapat dikapitalisasi sebagai Aset E&E jika:

1.    Entitas telah memiliki hak hukum (seperti IUP) untuk mengeksplorasi wilayah tersebut.

2.    Pengeluaran tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi di masa depan.

3.    Biaya dapat diukur secara andal.

Jenis Aset E&E

     Aset Berwujud (Tangible): Peralatan pengeboran, kendaraan survei, infrastruktur kamp.

     Aset Tak Berwujud (Intangible): Hak lisensi, biaya survei geologi, data seismik.

Contoh Kasus dan Penjurnalan

Mari kita lihat contoh implementasi pada PT Mineral Jaya yang baru memperoleh IUP eksplorasi emas di Sulawesi.

Transaksi: Pada tahun 2024, PT Mineral Jaya mengeluarkan biaya berikut:

1.    Biaya perizinan dan lisensi: Rp 500.000.000

2.    Pembelian peralatan bor (Rig): Rp 3.500.000.000

3.    Biaya survei geologi: Rp 1.200.000.000

Jurnal Pencatatan (Pengakuan Aset)

Keterangan

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

Aset E&E - Tak Berwujud (Lisensi)

500.000.000

 

Aset E&E - Berwujud (Peralatan Bor)

3.500.000.000

 

Aset E&E - Tak Berwujud (Survei Geologi)

1.200.000.000

 

    Kas / Utang Usaha

 

5.200.000.000

Catatan: Semua pengeluaran di atas dikapitalisasi sebagai aset, bukan dibebankan sebagai biaya operasional saat terjadi, karena memenuhi kriteria PSAK 106.

Penurunan Nilai (Impairment): Aturan "No Reversal"

Aspek paling kritis dalam PSAK 106 adalah uji penurunan nilai (impairment test). Karena risiko kegagalan eksplorasi tinggi, perusahaan wajib menguji penurunan nilai jika terdapat indikator seperti:

     Masa berlaku izin hampir habis dan tidak akan diperpanjang.

     Tidak ada rencana penganggaran lebih lanjut untuk wilayah tersebut.

     Eksplorasi tidak menemukan cadangan ekonomis.

     Data menunjukkan bahwa nilai tercatat aset tidak mungkin tertutup dari hasil pengembangan.

Penting: Berbeda dengan aset lain, jika Aset E&E mengalami penurunan nilai, kerugian tersebut tidak boleh dipulihkan (no reversal) di masa depan meskipun kondisi membaik. Ini untuk menjaga prinsip konservatisme akuntansi.

Reklasifikasi Aset

Ketika eksplorasi berhasil dan cadangan terbukti layak secara teknis maupun komersial (Technical & Commercial Viability Demonstrated), aset E&E tidak lagi berlaku.

1.    Lakukan uji penurunan nilai terakhir sebelum reklasifikasi.

2.    Pindahkan saldo aset ke pos Aset Tetap (Pengembangan) atau Aset Tak Berwujud yang relevan.

Pelajari Lebih Lanjut

Memahami seluk-beluk akuntansi pertambangan memerlukan ketelitian tinggi. Untuk mempelajari lebih banyak materinya, silakan akses slide detail dan panduan implementasi lengkap melalui tautan yang tertera di samping ini.