Dunia bisnis di Indonesia, khususnya sektor infrastruktur dan pertambangan, sering kali melibatkan kolaborasi strategis antar perusahaan. Dalam standar akuntansi terkini, hal ini diatur melalui PSAK 111 tentang Pengaturan Bersama yang efektif menggantikan PSAK 66 mulai 1 Januari 2024.
Bagi para praktisi akuntansi, memahami perbedaan perlakuan akuntansi antara operasi bersama dan ventura bersama sangatlah krusial agar laporan keuangan tetap akurat dan patuh regulasi. Artikel ini akan mengupas tuntas PSAK 111 mulai dari definisi hingga teknis penjurnalannya.
Apa itu PSAK 111
PSAK 111 mendefinisikan pengaturan bersama sebagai perjanjian di mana dua pihak atau lebih memiliki pengendalian bersama atas suatu aktivitas ekonomi. Kata kunci di sini adalah "pengendalian bersama" yang berarti setiap keputusan strategis harus disetujui secara bulat oleh semua pihak yang terlibat.
Jika satu pihak saja bisa mengambil keputusan sepihak, maka itu bukanlah pengaturan bersama melainkan hubungan induk dan anak perusahaan biasa.
Dua Jenis Pengaturan Bersama
PSAK 111 membagi pengaturan bersama menjadi dua kategori utama yang memiliki dampak akuntansi sangat berbeda.
Pertama adalah Operasi Bersama atau Joint Operation. Pada skema ini para pihak memiliki hak langsung atas aset dan kewajiban langsung atas liabilitas pengaturan tersebut. Biasanya skema ini tidak membentuk entitas hukum terpisah, atau kalaupun ada, strukturnya tetap membuat investor bertanggung jawab langsung terhadap utang piutang proyek.
Kedua adalah Ventura Bersama atau Joint Venture. Di sini para pihak mendirikan entitas terpisah (seperti PT baru) dan investor hanya memiliki hak atas aset neto atau kekayaan bersih entitas tersebut. Tanggung jawab investor terbatas pada modal yang disetor.
Perlakuan Akuntansi Operasi Bersama
Dalam operasi bersama, investor mencatat aset, liabilitas, pendapatan, dan beban sesuai dengan porsi kepemilikannya secara langsung di laporan keuangan mereka sendiri. Tidak ada akun "Investasi" tunggal.
Sebagai contoh mari kita lihat kasus PT Konstruksi Maju yang memiliki porsi 60% dalam sebuah operasi bersama pembangunan gedung. Pihak ini menyetor aset senilai Rp600 juta. Selama tahun berjalan operasi tersebut menghasilkan pendapatan total Rp1 miliar dan beban operasional Rp700 juta.
Berikut adalah pencatatan jurnal di buku PT Konstruksi Maju.
1. Pencatatan Aset Awal
|
Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Aset Tetap Operasi Bersama |
600.000.000 |
|
|
Kas |
|
600.000.000 |
2. Pencatatan Pendapatan (Porsi 60%)
|
Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Kas / Piutang |
600.000.000 |
|
|
Pendapatan Operasi Bersama |
|
600.000.000 |
3. Pencatatan Beban (Porsi 60%)
|
Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Beban Operasi Bersama |
420.000.000 |
|
|
Kas / Utang |
|
420.000.000 |
Perlakuan Akuntansi Ventura Bersama
Berbeda dengan operasi bersama, akuntansi untuk ventura bersama menggunakan Metode Ekuitas. Investor hanya mencatat satu akun aset bernama "Investasi pada Ventura Bersama". Nilai investasi ini akan bertambah jika ventura mencetak laba dan berkurang jika ventura membagikan dividen.
Mari kita asumsikan PT Energi Indonesia memiliki 40% saham di PT Energi Bersama (ventura bersama). Investasi awal adalah Rp500 juta. Tahun ini ventura tersebut laba Rp500 juta dan membagikan total dividen Rp200 juta.
Perhitungannya sederhana. Bagian laba untuk PT Energi Indonesia adalah 40% dari Rp500 juta yaitu Rp200 juta. Bagian dividen yang diterima adalah 40% dari Rp200 juta yaitu Rp80 juta.
Berikut jurnalnya.
1. Penyesuaian Pengakuan Laba
|
Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Investasi pada Ventura Bersama |
200.000.000 |
|
|
Laba dari Investasi Ventura |
|
200.000.000 |
2. Pencatatan Penerimaan Dividen
|
Akun |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Kas |
80.000.000 |
|
|
Investasi pada Ventura Bersama |
|
80.000.000 |
Dengan metode ini saldo akhir investasi di neraca PT Energi Indonesia akan menjadi Rp620 juta, yang mencerminkan pertumbuhan nilai ekuitas mereka di perusahaan ventura tersebut.
Transaksi Antar Pihak
Poin penting lain dalam PSAK 111 adalah eliminasi keuntungan yang belum terealisasi. Jika Anda menjual aset ke ventura bersama milik Anda sendiri, Anda tidak boleh mengakui seluruh keuntungan penjualan tersebut.
Misalnya Anda memiliki 40% saham ventura bersama dan menjual mesin dengan keuntungan Rp20 juta ke ventura tersebut. Sebesar 40% dari keuntungan itu (Rp8 juta) harus dieliminasi atau ditunda pengakuannya sampai mesin tersebut dijual ke pihak ketiga yang independen. Hal ini mencegah perusahaan mengakui laba semu dari transaksi dengan dirinya sendiri.
Untuk mempelajari lebih banyak materinya silahkan akses slide yang tertera di samping ini.