Beranda / PSAK
📚

Jelajah PSAK

Pusat dokumentasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Cari, temukan, dan pelajari standarisasi terkini dengan mudah.

Tampilkan
PSAK 113
Pengukuran Nilai Wajar dan Contoh Implementasinya
PSAK 113 menetapkan definisi nilai wajar, kerangka pengukuran, dan pengungkapan terkait nilai wajar atas aset maupun liabilitas. Pengukuran berbasis transaksi teratur antar pelaku pasar pada tanggal pengukuran, menggunakan input hirarki Level 1–3, termasuk konsep highest and best use untuk aset nonkeuangan.
Pelajari Standar
PSAK 115
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
PSAK 115 mengatur pengakuan pendapatan saat entitas mengalihkan pengendalian barang/jasa kepada pelanggan, sebesar imbalan yang diharapkan. Standar memakai model lima langkah: identifikasi kontrak, kewajiban pelaksanaan, harga transaksi (termasuk variabel), alokasi harga, dan pengakuan pendapatan pada suatu waktu atau sepanjang waktu.
Pelajari Standar
PSAK 116
Sewa & Contoh Penerapan Praktis
PSAK 116 mengatur akuntansi sewa. Bagi penyewa, hampir semua sewa diakui di neraca sebagai aset hak-guna dan liabilitas sewa. Liabilitas diukur nilai kini pembayaran sewa; aset hak-guna diukur dari liabilitas plus biaya awal; selanjutnya depresiasi dan amortisasi bunga.
Pelajari Standar
PSAK 117
Kontrak Asuransi
PSAK 117 mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan kontrak asuransi. Liabilitas diukur dengan nilai kini arus kas pemenuhan plus penyesuaian risiko; laba ditangguhkan dalam Contractual Service Margin (CSM) dan diakui bertahap selama layanan perlindungan diberikan. Memperkenalkan model GMM/BBA, PAA, dan VFA.
Pelajari Standar
PSAK 201
Penyajian Laporan Keuangan
PSAK 201 mengatur cara menyajikan laporan keuangan yang lengkap dan wajar: komponen wajib (posisi keuangan, laba rugi & penghasilan komprehensif, perubahan ekuitas, arus kas, dan catatan), informasi komparatif, basis akrual, materialitas, serta klasifikasi aset/liabilitas. Juga menekankan ketentuan kovenan liabilitas jangka panjang.
Pelajari Standar
PSAK 202
Persediaan (Inventory)
PSAK 202 mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan persediaan. Persediaan diukur pada biaya (pembelian, konversi, biaya lain) dengan rumus biaya FIFO/rata-rata/identifikasi khusus, lalu disajikan pada nilai lebih rendah antara biaya dan NRV; penurunan nilai serta metode wajib diungkap.
Pelajari Standar
PSAK 207
Laporan Arus Kas
PSAK 207 mengatur penyajian laporan arus kas untuk menunjukkan perubahan historis kas dan setara kas. Arus kas diklasifikasikan menjadi operasi, investasi, dan pendanaan. Arus kas operasi dapat disajikan dengan metode langsung (dianjurkan) atau tidak langsung, serta mengharuskan definisi dan rekonsiliasi komponen kas dan setara kas.
Pelajari Standar
PSAK 208
Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi, dan Kesalahan
PSAK 208 mengatur pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi, perlakuan perubahan estimasi, serta koreksi kesalahan periode lalu. Perubahan kebijakan dan kesalahan material umumnya diterapkan retrospektif (restatement komparatif & penyesuaian saldo awal), sedangkan perubahan estimasi diterapkan prospektif. Fokusnya meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding laporan keuangan.
Pelajari Standar
PSAK 210
Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
PSAK 210 mengatur perlakuan peristiwa setelah periode pelaporan hingga laporan keuangan diotorisasi. Peristiwa penyesuai mengubah angka laporan; peristiwa non-penyesuai tidak mengubah angka namun diungkapkan bila material. Standar juga menekankan evaluasi going concern dan pengungkapan tanggal otorisasi.
Pelajari Standar
PSAK 212
Pajak Penghasilan
PSAK 212 mengatur akuntansi pajak penghasilan: pengakuan dan pengukuran pajak kini serta pajak tangguhan atas perbedaan temporer antara nilai tercatat dan dasar pajak aset/liabilitas. Beban pajak mencerminkan dampak pajak periode berjalan dan masa depan, termasuk kriteria pengakuan aset pajak tangguhan dan pengungkapannya.
Pelajari Standar