Beranda / PSAK
📚

Jelajah PSAK

Pusat dokumentasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Cari, temukan, dan pelajari standarisasi terkini dengan mudah.

Tampilkan
PSAK 216
Aset Tetap
PSAK 216 mengatur pengakuan, pengukuran, penyusutan, penurunan nilai, dan penghentian pengakuan aset tetap (PPE). Biaya perolehan mencakup harga beli dan biaya langsung; setelah itu entitas memilih model biaya atau revaluasi. Penyusutan mencerminkan pola manfaat, dan pengungkapan mencakup kebijakan, rekonsiliasi, serta aset dijaminkan/komitmen.
Pelajari Standar →
PSAK 219
Imbalan Kerja
PSAK 219 mengatur pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan imbalan kerja: jangka pendek, pasca kerja (iuran pasti/manfaat pasti), jangka panjang lain, dan pemutusan hubungan kerja. Untuk manfaat pasti, kewajiban diukur secara aktuaria (PBO), beban jasa & bunga di laba rugi, remeasurement di OCI.
Pelajari Standar →
PSAK 220
Akuntansi Hibah Pemerintah
PSAK 220 mengatur akuntansi hibah pemerintah dan pengungkapan bantuan pemerintah. Hibah diakui bila ada reasonable assurance hibah diterima dan syarat dipenuhi. Hibah diakui sistematis sesuai beban terkait. Dibedakan hibah terkait aset dan terkait penghasilan; hibah aset disajikan dengan mengurangi aset atau sebagai pendapatan ditangguhkan.
Pelajari Standar →
PSAK 221
Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing
PSAK 221 mengatur perlakuan akuntansi transaksi dan saldo mata uang asing serta penjabaran laporan keuangan operasi luar negeri. Entitas menentukan mata uang fungsional dan mata uang penyajian, memakai kurs spot saat pengakuan awal, kurs penutup untuk pos moneter, dan mengakui selisih kurs di laba rugi atau OCI.
Pelajari Standar →
PSAK 223
Biaya Pinjaman
PSAK 223 mengatur biaya pinjaman: yang dapat diatribusikan langsung pada perolehan/konstruksi/produksi aset kualifikasian dikapitalisasi, sedangkan lainnya dibebankan. Kapitalisasi dimulai saat pengeluaran, biaya pinjaman, dan aktivitas persiapan terjadi; berhenti saat aset siap digunakan/dijual, dan disuspensi saat penghentian lama.
Pelajari Standar →
PSAK 224
Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi
PSAK 224 mengatur pengungkapan pihak-pihak berelasi agar pengguna memahami dampak hubungan berelasi terhadap posisi keuangan dan laba rugi. Entitas mengidentifikasi pihak berelasi (induk, anak, asosiasi, ventura bersama, KMP, keluarga dekat) dan mengungkap hubungan, transaksi, saldo piutang/utang, komitmen, serta kompensasi KMP.
Pelajari Standar →
PSAK 226
Program Manfaat Purnakarya
PSAK 226 mengatur akuntansi dan pelaporan program manfaat purnakarya (dana pensiun). Laporan program menyajikan aset bersih tersedia untuk manfaat, kewajiban/manfaat yang dijanjikan (untuk imbalan pasti), kontribusi, pembayaran manfaat, dan kebijakan pendanaan, dengan pengungkapan memadai bagi peserta dan pemangku kepentingan.
Pelajari Standar →
PSAK 227
Laporan Keuangan Tersendiri
PSAK 227 mengatur penyajian laporan keuangan tersendiri entitas induk: hanya aset, liabilitas, dan ekuitas induk, sementara investasi pada anak/asosiasi/ventura bersama disajikan sebagai satu pos. Investasi dicatat dengan metode biaya, metode ekuitas (untuk anak), atau nilai wajar; transaksi intragrup tidak dieliminasi dan perlu diungkap. PSAK 227 mengatur penyajian laporan keuangan tersendiri entitas induk: hanya aset, liabilitas, dan ekuitas induk, sementara investasi pada anak/asosiasi/ventura bersama disajikan sebagai satu pos. Investasi dicatat dengan metode biaya, metode ekuitas (untuk anak), atau nilai wajar; transaksi intragrup tidak dieliminasi dan perlu diungkap.
Pelajari Standar →
PSAK 228
Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
PSAK 228 mengatur akuntansi investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama yang memberi pengaruh signifikan atau pengendalian bersama. Investasi dicatat dengan metode ekuitas: awalnya biaya perolehan, lalu disesuaikan bagian laba/rugi dan dividen. Termasuk eliminasi laba belum terealisasi, uji penurunan nilai, serta pengungkapan CALK.
Pelajari Standar →
PSAK 229
Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
PSAK 229 mengatur pelaporan entitas dengan mata uang fungsional hiperinflasi. Laporan keuangan disajikan kembali ke unit daya beli akhir periode memakai indeks harga umum, membedakan pos moneter vs non-moneter, dan mengakui laba/rugi posisi moneter. Pengungkapan: indikator hiperinflasi, indeks, dan dampak restatement.
Pelajari Standar →